









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

RMI-PBNU juga menghimbau agar setiap keputusan yang diambil terkait dengan nasib pesantren harus melibatkan kalangan pesantren.

Pada akhirnya perempuan pula yang mengambil peran sangat menentukan dalam tugas sosialisasi dan pembelajaran kepada anak-anak mereka, bahwa di balik fenomena pandemi ada tanda-tanda ke-Tuhan-an di dalamnya.

Marilah kita menjauhi enam sebab kebekuan hati, yang saya singkat BISA MAIN MATA, yaitu (1) bicara yang berlebihan, (2) shalat yang ditunda-tunda, (3) makan yang berlebihan, (4) introspeksi yang diabaikan, (5) mainan yang tidak mendidik, dan (6) tawa yang berlebihan.

“Coba lihat, pejabat-pejabat yang ngomong di negeri antah berantah ini. Mereka itu sedang membully kemiskinan dan orang-orang miskin!"

Berhalal bi halal ala new normal sesungguhnya linier dengan jati diri manusia, karena pada dasarnya, manusia diciptakan dalam “gen” ketergantungan terhadap orang lain.

Sayangnya, dalam implementasinya, konsep integrasi dipahami sebagai islamisasi atau ayatisasi.

Integrasi keilmuan bukan melunturkan karakter disiplin keilmuan. Alih-alih, integrasi keilmuan memperkuat posisi akademik disiplin keilmuan dengan mendialogkannya dengan disiplin keilmuan lain sesuai dengan semangat, prinsip dan nilai Islam.
![Huluisasi dan Hilirisasi Integrasi Keilmuan di PTKI [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/how-to-improve-work-life-balance-for-your-employees-1024x576.jpg)
Dibutuhkan upaya strategis dalam menerjemahkan konsep integrasi keilmuan ke dalam desain pembelajaran yang baik dan berorientasi pada integrasi keilmuan.
![Huluisasi dan Hilirisasi Integrasi Keilmuan di PTKI [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/how-to-improve-work-life-balance-for-your-employees-1024x576.jpg)
Media sosial dengan mudah memfasilitasi publikasi kenikmatan nikah di bawah umur seperti bermesraan, plesiran berdua dan ekspresi lain dengan narasi “indahnya pacaran setelah halal”. Narasi lain seperti “Lebih baik menikah daripada zina” misalnya, sudah menjadi hal yang tidak asing di telinga anak-anak sekarang.

Kenyataan bahwa Syaikhona tidak berafiliasi pada tarekat tertentu masih diperdebatkan. Saya berasumsi berbeda dengan van Bruinessen, bahwa sebenarnya Syaikhona Kholil berafiliasi dengan banyak tarekat, termasuk Tarekat Qādirīyah-Naqshabandīyah.
