









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Tidak beruntung sekali nasib perasaan ini, pikirnya. Kerumitan demi kerumitan dalam hubungannya dengan Mim muncul satu demi satu.

Ya mungkin nggak tahu, sebab dia nggak baca buku. Mana mungkin presiden Amerika baca buku? Kalau dia baca buku berarti kelihatan dia nggak punya kerjaan. Nah, kalau presiden Indonesia, justru harus baca buku sebab nggak ada kerjaan”, timpal Gus Dur.

Alih-alih progresif, kaum “muhajirin milenial” ini justru terjerembab dalam pemikiran dan keberislaman yang konservatif. Bahkan, sebagiannya terjatuh dalam tafsir dangkal dan terburu-buru terhadap teks-teks keagamaan.

Munculnya sekelompok besar orang yang memiliki pola hidup “bersyariah” yang cukup kuat ini disambut dengan antusias oleh kapitalisme/modal dengan menyediakan kebutuhan atribut keberislaman.

Dalam kisah Yusuf di atas, perasaan sibling rivalry itu membawa pada bahaya yang tidak bisa disepelekan, sebuah kejahatan terencana menghilangkan nyawa seseorang. Dalam banyak kasus di lapangan, betapa banyak konflik antar saudara berawal dari rasa iri dan sibling rivalry berujung pada kematian salah satu saudara.
![Tafsir Q.S. Yusuf [12]: 3-9: Favoritisme dan Sibling Rivalry dalam Alquran](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Cover.jpg.jpg)
Ilmu Catur Murti adalah bersatunya empat gejala jiwa utama, yakni pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan.

Untuk menjadi “manusia seutuhnya” caranya cuma satu: membenamkan diri dalam kesadaran bahwa kita ternyata bukan (si)apa-(si)apa.

Istilah ibn al-sabīl disebutkan di dalam Alquran sebanyak delapan kali, yang semuanya terkait dengan pemberian bantuan terhadap mereka sebagai golongan yang berhak menerima, baik dari zakat atau sedekah.
![Siapakah “Anak Jalanan” dalam Q.S. al-Tawbah [9]: 60?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Kapan-Lo-Harus-Berhenti-Ketika-Lelah-Saat-Berlari-1024x576.jpg)
Jika disiplin protokol kesehatan tidak terjadi, kemungkinan besar strategi "berdamai bersama Covid" bakal mengarah pada situasi yang lebih tak terkendali.

Harapan ideal kita barangkali tidak ada lagi warga Tionghoa di Indonesia menganggap Islam sebagai agama asing, dan jangan pula umat Islam menganggap etnis Tionghoa sebagai orang lain.
