





















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Momentum hari santri seharusnya dapat dijadikan sebagai refleksi bahwa segenap pengurus, kiai, dan para santri memiliki tanggung jawab penuh untuk menciptakan pendidikan pesantren yang aman, nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai moral dan keislaman.


Keberpihakan Allah kepada Aisyah menjadi bukti bahwa perempuan tetap memiliki hak bersuara.


Kiai kampung telah menanamkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat melalui dakwah juga diimplementasikan dalam kehidupan.


Setiap orang yang berada dalam rumah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kenyamanan bagi keluarganya.


Batik sebagai warisan budaya perlu untuk dijaga dan di lestarikan.


Ingatkah dulu, saat Bung Karno—bapak proklamator kita—berpihak kepada Palestina? Keberpihakan Bung Karno baik lisan atau upaya konkret jelas dan nyata; dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, menolak Israel untuk bisa ikut sebagai peserta piala dunia, dan berbagai upaya kongkret lainnya.


Paradoks subjektivasi muncul dari peran ganda kekuasaan ini: ia membatasi sekaligus memungkinkan.


Selain sebagai pahlawan, ulama, dan penulis. KH. Raden Asnawi menyampaikan pesan melalui shalawat Asnawiyah kepada kita semua untuk selalu mencintai dan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia.


Talal Asad, seorang antropolog terkemuka, menawarkan pemikiran ulang yang kritis tentang Islam melalui konsepnya tentang “tradisi diskursif”.


Tidak perlu untuk mendirikan khilafah untuk menjadi kafah karena Indonesia sudah kaffah dengan ideologi pancasila yang ada.

