






Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Kekuatan bertanya, seperti yang dicontohkan metode Sokrates, bersifat transformatif dan mencerahkan.

Al-Qur’an memperingatkan pada para pengolok, bahwa bisa jadi orang yang direndahkan itu memiliki derajat yang lebih baik, lebih dicintai dan lebih agung di sisi Allah.

Kehadiran media hari ini tidak hanya digunakan untuk menjalin komunikasi, tetapi juga dijadikan sebagai sarana dakwah.

Kekurangan dalam pengawasan terhadap pondok pesantren menjadi nyata, yang sering ditemui adalah kelalaian para pengurus dan pengasuh terhadap kehidupan sehari-hari santri.

Metode penafsiran yang diterapkan oleh Sahiron Syamsuddin menekankan rekonstruksi makna dan pesan utama yang terdapat di dalam ayat Al-Qur’an

Doa memiliki sifat mengikat, yakni dari isi doa yang dipanjatkan tanpa disadari menjadi "self-reminder" bagi yang memanjatkan doa.

Untuk mencapai hakikat kebahagiaan ini, kita perlu mengenal Tuhan, dan untuk mengenal Tuhan, pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah, mengenal diri sendiri.

Sosialisasi agama membantu mengawasi penggunaan media digital, mengajarkan anak-anak menggunakan sosial media dengan bijak, dan memahami etika berinternet.

Pemikiran kritis Foucault tentang kekuasaan memberikan pemahaman pada kita tentang masyarakat dan peran kita di dalamnya, mengajak untuk mempertanyakan sistem dan institusi yang dianggap remeh tetapi membentuk kehidupan kita.

Untuk menjalankan pendidikan yang baik, semua elemen bangsa mesti bekerja sama untuk bahu-membahu memastikan pendidikan nasional dijalankan dengan baik.
