Omnibus Agamawan Perlu Untuk Omnibus Law
Sebab agamawan adalah harapan terakhir rakyat, saat Umara’ tak berpihak kepada rakyat. Maka diharapkan agamawan dapat membaca situasi kedepan, bahkan dapat memberi terobosan dalam pemerintahan.
Sebab agamawan adalah harapan terakhir rakyat, saat Umara’ tak berpihak kepada rakyat. Maka diharapkan agamawan dapat membaca situasi kedepan, bahkan dapat memberi terobosan dalam pemerintahan.


Dari sekian banyaknya kasus pada waria, otoritas agama sebagai agen perubahan seharusnya mulai membuka mata, bahwa waria juga sering menjadi korban kemunkaran, terlepas dari statusnya yang tidak diakui dalam sosio-kultural.
![[Review Film] On Friday Noon: Agama, Seksualitas, dan Waria](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/On_Friday_Noon-ft-002_09646abacc795e0c892cdc5d264e3c1e_thumb-825x510.jpg)
![[Review Film] On Friday Noon: Agama, Seksualitas, dan Waria](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/On_Friday_Noon-ft-002_09646abacc795e0c892cdc5d264e3c1e_thumb-825x510.jpg)
Dalam komunitas sains (juga para pengagum sains) tidak luput sikap Qutbisme, di saat seseorang telah merasa bahwa satu-satunya alat meraih kebenaran hanyalah sains, dan yang di luar sains itu sesat dan jahiliah.
![[Review Buku] Sains dan Agama Sama-Sama Jalan Mencari Kebenaran](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-4-6-825x510.png)
![[Review Buku] Sains dan Agama Sama-Sama Jalan Mencari Kebenaran](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-4-6-825x510.png)
[Oleh KH Syafik Rofii--Mantan Wabup Bangkalan, Madura] Bagaimana dengan nasib sarjana agama yang orientasi pengajarannya sangat sedikit bersinggungan dengan pengetahuan berbasis teknologi?


Terhadap perkara gaib, baik yang hakiki maupun yang nisbi, yang akal tidak sanggup mencernanya, sehingga bagi setiap muslim hanya wajib mengimaninya. Hal gaib dengan demikian adalah terkategori sebagai perkara logis yang supra rasional.


Ajaran agama yang dipahami dan dimengerti seharusnya membawa implikasi kesatuan gerak dan nafas pada amalan lahir maupun batin.


Media sosial hanyalah sebuah platform digital di mana semua orang dapat sebagai apapun dan siapapun di sana. Semua orang dapat mendaku dirinya sebagai ustad, asal pandai berbicara dengan mengutip beberapa ayat Alquran dan hadis


Meskipun Pancasila sering dibicarakan di banyak forum, nyatanya terkadang hanya sekadar omdo (omong kosong). Praktik secara nyata masih sangat minim terealisasi.


Dakwah milenial ala Husein Ja’far al-Hadar mampu menjadikan Islam menjadi agama mysterium fascinum (sesuatu yang mempesona).


Menurut al-Sayyid Abdullah 'Alwi al-Haddad dalam karyanya yang berjudul Kitab Ithāf al-Sāil bi Jawāb al-Masāil halaman 9 dan 10, orang yang boleh diuji ilmu agamanya ada dua macam. Berikut penjelasannya.

