10 Karakter Laki-Laki yang Diidamkan Perempuan
Laki-laki yang tidak mampu memenuhi ekspetasi gender masyarakat akan dipandang sebagai lelaki gagal atau tidak berguna. Di titik inilah sebenarnya laki-laki pun adalah korban dari nilai patriarki.
Laki-laki yang tidak mampu memenuhi ekspetasi gender masyarakat akan dipandang sebagai lelaki gagal atau tidak berguna. Di titik inilah sebenarnya laki-laki pun adalah korban dari nilai patriarki.


Selama ini adanya edaran aturan di kampus tentang kekerasan seksual hanya bersifat formalitas semata. Menurutnya, sanksi yang ada di lembaga juga kurang tegas diberlakukan kepada pelaku kekerasan.
![[Press Release] “Saya PTKI, Saya Antikekerasan Seksual”](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Desain-tanpa-judul-4-825x510.png)
![[Press Release] “Saya PTKI, Saya Antikekerasan Seksual”](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Desain-tanpa-judul-4-825x510.png)
Apakah perempuan harus bisa masak? Siapa yang mengharuskan perempuan bisa memasak? Jika pertanyaan ini didasarkan pada prinsip pembagian kerja publik dan domestik, maka harus diketahui bahwa setiap pembagian kerja hanya bisa bersifat adil jika ia diputuskan secara suka rela dan dalam posisi setara.


Cara berpakaian, jam berapa, pacaran atau tidak, perawan atau tidak, menikmati atau tidak adalah pertanyaan-pertanyaan yang alih-alih membantu korban mengungkap apa yang terjadi. Sebaliknya, pertanyaan tersebut justru semakin menjatuhkan mental korban.
![RUU PKS [2]: Perempuan Menjadi Korban Sistem Hukum](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/027014000_1462950525-Banner_Menjegal_Kekerasan_Seksual.jpg)
![RUU PKS [2]: Perempuan Menjadi Korban Sistem Hukum](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/027014000_1462950525-Banner_Menjegal_Kekerasan_Seksual.jpg)
Konsep egalitarianisme dan membebaskan memang pesan yang dibawa al-Quran, hanya saja interpretasi male-oriented yang mengaburkannya


Saya merasa dan menyadari adanya penurunan atau pembelokan arah atas upaya Gus Dur dalam membangun persamaan substantif antara laki-laki dan perempuan di Indonesia. Usai penelusuran ini, saya mengajak diri saya untuk merefleksikan diri apakah warisan Gus Dur di atas masih relevan dan berharga untuk terus kita perjuangkan? Ataukah akan kita biarkan warisan ini digerogoti oleh nilai-nilai yang selama ini Gus Dur lawan?


Masjid seharusnya menjadi tempat bagi siapapun yang berusaha mencari kedamaian, menjadi tempat ternyaman bagi semua umat Islam untuk mendapatkan hak beribadah, termasuk kelompok gender ketiga


Momentum dominasi Covid-19 merupakan saat tepat bagi lahirnya gerakan perempuan yang lebih mengarah pada bidang kewirausahaan, kepemimpinan dan kemandirian. Platform untuk berkolaborasi baik langsung maupun melalui media virtual—apalagi di saat WFH—diharapkan mampu menginspirasi dan memberdayakan perempuan ke arah kemajuan dan equality.


Dilihat dari sudut pandang apapun, topik tentang perempuan selalu berada dalam posisi tren yang menarik. Yang terbaru misalnya, para pemimpin dunia yang saat ini dianggap sangat sukses mengatasi pencegahan penyebaran pandemi covid-19 di negaranya dan memperoleh pujian banyak pihak adalah para pemimpin perempuan


Ratu Kalinyamat bukan mitos. Ia mewakili kaum perempuan yang ingin menunjukkan kepada bangsanya bahwa tidak seterusnya kaum hawa itu "dikuasai", sekali waktu mereka hadir sebagai "penguasa" yang disegani.
![Tadarus Litapdimas [11]: Ratu Kalinyamat, Perempuan Tangguh Penguasa Pesisir Utara Jawa](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Ratu-Kalinyamat.jpg)
![Tadarus Litapdimas [11]: Ratu Kalinyamat, Perempuan Tangguh Penguasa Pesisir Utara Jawa](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Ratu-Kalinyamat.jpg)