Menguatkan Generasi Penerus itu Wajib: Refleksi atas QS Ar-Rum 30:54
Yang pertama lebih fokus ke hal-hal yang ‘jangan dilakukan’ (don’ts), sementara yang kedua fokus ke hal-hal yang ‘harus dilakukan’ (do’s).
Yang pertama lebih fokus ke hal-hal yang ‘jangan dilakukan’ (don’ts), sementara yang kedua fokus ke hal-hal yang ‘harus dilakukan’ (do’s).


Pemuda dapat berperan dalam aksi penanggulangan terorisme terutama pelibatannya di media sosial.


Jadi pada intinya, masyarakat milenial sekarang ini tidak mempunyai pendirian. Mereka gampang sekali terbawa arus teknologi.


Dialog dan diskusi di kalangan generasi milineal merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi.


Menurut Prof Amin Abdullah Paradigma pendidikan di era globalisasi tidak cukup hanya aspek kognitif, keterampilan, dan perbaikan moral namun harus ditambahkan nilai untuk hidup berdampingan.


Saatnya milenial mengambil posisi memoderasi narasi-narasi radikal. Narasi moderat sangat perlu digalakkan lagi. Bukan hanya menyindir dan membela saja, melainkan konten-konten alternatif yang tidak saling memojokkan perlu diproduksi dengan masif.


Kajian dan diskursus hadis yang berlangsung berabad-abad telah memasuki berbagai fase. Nuruddin Itr menyebut bahwa pada masa sekarang, kajian hadis memasuki era kebangkitan. Pendapat bahwa kajian hadis telah memasuki era kebangkitan tentu perlu pembuktian supaya tidak hanya menjadi klaim sepihak. Bagaimanakah cara membuktikannya? Tentu terdapat indikator-indikator yang dapat kita rusmuskan bersama.
![Generasi Millenial, Industri 4.0 dan Ilmu Hadis [2]: Menuju Intelektual yang Berpihak](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/0_JUb4zrWY-4PPdWAB-1024x576.jpeg)
![Generasi Millenial, Industri 4.0 dan Ilmu Hadis [2]: Menuju Intelektual yang Berpihak](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/0_JUb4zrWY-4PPdWAB-1024x576.jpeg)