Framing eks-HTI Seolah KH. A. Wahab Hasbullah dan Prof. Ahmad Zahro Pro Khilafah versi HTI
Saya memastikan bahwa baik KH A. Wahab Hasbullah dan Prof. Ahmad Zahro tidak mau mengganti NKRI dengan khilafah seperti yang digemborkan oleh eks HTI.
Saya memastikan bahwa baik KH A. Wahab Hasbullah dan Prof. Ahmad Zahro tidak mau mengganti NKRI dengan khilafah seperti yang digemborkan oleh eks HTI.


Dalam sebuah propaganda, sistem Khilafah dulu dianggap mampu membawa umat Islam hidup adil, makmur, aman, tenteram, damai dan sentosa bak kehidupan di alam surgawi.


Khalifah yang dijanjikan Allah akan hadir dan memerintah sesuai kehendak Allah. Tak sesiapapun mengingkari sebagai bagian dari tanda akhir zaman—bukan karena ikhtiar atau dipilih berdasar syūrā atau ijtimā’ ulama


Menag Mengapresiasi Tabayyun Banser terkait Yayasan Pendidikan Islam yang Diduga Terafiliasi HTI. Satu di antaranya guru di lembaga tersebut diduga menghina Habib Luthfi bin Yahya


Sebuah lembaga pendidikan di Kec. Rembang, Pasuruan didatangi massa yang melakukan klarifikasi atas dugaan sebagai tempat kaderisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan mengajarkan khilafah.


Simpatisan Khilafah di Indonesia nampak gembira sekali dan mereka seperti merasa menang seakan-akan khilafah tinggal di depan mata


Film “Jejak Khilafah di Nusantara” lebih merupakan romantisisme sejarah, framing ideologi khilafah yang sarat manipulasi sejarah dan berbahaya untuk keutuhan bangsa dan negara.


Beberapa Ideologi Ini Anti NKRI, Berikut Daftarnya


Seorang simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia memaparkan bahwa selain kajian yang masih rutin diselenggarakan di berbagai daerah dan lingkungan sekitar kampus, komunitas eks Hizbut Tahrir Indonesia juga masih menerbitkan majalah dan buletin mingguan.
![Resistensi Komunitas Eks Hizbut Tahrir Indonesia Pasca-Pembubaran di UIN Sunan Ampel Surabaya [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-43-825x510.png)
![Resistensi Komunitas Eks Hizbut Tahrir Indonesia Pasca-Pembubaran di UIN Sunan Ampel Surabaya [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-43-825x510.png)
Pemegang lembaga khilāfah di samping bisa bergelar khalīfah, juga tidak jarang menggunakan sebutan lainnya, mulai dari amīr al-mukminīn, sultān, shāh, amīr al-umarā’, shaykh, sharīf sampai khān.

