Beberapa Tempat Belajar Islam pada Masa Rasulullah
Pada masa Kanjeng Nabi, tercatat banyak ada beberapa tempat khusus yang digunakan sebagai tempat prose belajar-mengajar ajaran Islam
Pada masa Kanjeng Nabi, tercatat banyak ada beberapa tempat khusus yang digunakan sebagai tempat prose belajar-mengajar ajaran Islam


Terinspirasi oleh cara dakwah santun di Nusantara, banyak pelajar di Australia, khususnya, di Curtin University berusaha mengenalkan Islam dengan cara humanis, santun, adaptif dan akulturatif terhadap budaya lokal


Kelompok-kelompok ini kerap bersembunyi di bawah pekik takbir dan mengatasnamakan jihad fi sabilillah. Padahal, apa yang dilakukan sama sekali tidak mencerminkan sebuah “jihad” dalam konteks Islam.


Rasulullah tidak pernah mencanangkan suatu bentuk sistem formal dalam negara, akan tetapi beliau lebih memberikan nilai-nilai keislaman yang diterapkan dalam tatanan masyarakat yang majmuk.


Hidayah ilahiyah bagaimanapun murni merupakan kehendak Sang Maha Pemberi Hidayah itu sendiri, Allah. Tidak ada jaminan bagi pencari hidayah Tuhan akan kepastian untuk menggapainya.


Hidup adalah kumpulan detik-detik waktu yang harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya.


Risalah Buddha juga mengajarkan bahwa inti dari spirit agama adalah metta, yakni ajaran yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan seperti toleransi, solidaritas, kesetaraan dan tanpa kekerasan.
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
Tinggi rendahnya komitmen seseorang terhadap moderasi sesungguhnya juga menandai sejauh mana komitmennya terhadap nilai-nilai keadilan.
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
![Bagaimana Sih Agama-agama di Indonesia Memaknai Moderasi Beragama? [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-peta-indonesia-multikultur-750x422-750x400-1.jpg)
Jadi benarkah bahwa ‘agama-agama old’ bakal musnah ditinggal para pengikut atau berubah menjadi agama baru berbasis teknologi dan kecerdasan buatan ? Bagaimana pula Islam menjadi model agama yang masih relevan dianut ‘manusia hibrid’ hasil rekayasa sains ? Ataukah semua syariah harus melakukan re-start atau meng-instal kembali agar tetap bisa bertahan.


Jika pembaca mendekati teks agama tanpa memiliki komitmen moral, maka yang lahir adalah narasi keislaman yang tidak hanya dipenuhi prasangka rasial.

