Bagaimana Mempertahankan Semangat Ramadan Setelah Idulfitri
Idulfitri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal dari fase yang berbeda, menandai momen ketika pelajaran Ramadan diuji dalam kehidupan sehari-hari.
Idulfitri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal dari fase yang berbeda, menandai momen ketika pelajaran Ramadan diuji dalam kehidupan sehari-hari.


Menerima tamu memang baik namun bekerja mencari nafkah jauh lebih baik.


Dalam kesadaran bahwa tidak mudik di masa pandemi adalah pilihan yang sulit. Seperti kita semua tahu, memang, di dunia ini kita tidak hanya dihadapkan kepada pilihan-pilihan yang mudah


Pada zaman modern ini, tradisi positif seperti silaturahim yang telah dibangun oleh orang tua kita dulu sudah semakin punah. Hal ini karena kehidupan modern cenderung materialistis dan individualis.


Tak usah risau. Lebaran di era pandemi tak akan pernah kehilangan makna.
![Makna Lebaran di Era Pandemi Corona [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mudik-3.jpg)
![Makna Lebaran di Era Pandemi Corona [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mudik-3.jpg)
Pulang ke kampung kelahiran merupakan hasrat manusiawi dan lumrah. Nabi Muhammad saw. juga begitu. Sebagai tanah dimana ia dilahirkan, kota Mekah menjadi tempat yang selalu ia rindukan.
![Makna Lebaran di era Pandemi Corona [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mudik-3.jpg)
![Makna Lebaran di era Pandemi Corona [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/mudik-3.jpg)
Jika Lebaran adalah pembuka pesta, maka hari-hari kita akan kita habiskan dalam hura-hura. Lalu, di mana makna puasa jika yang lahir justru adalah manusia-manusia yang menjalani kehidupannya dengan pesta pora.


Memaafkan di tengah pandemi tidak harus berjabat tangan ataupun bertemu secara langsung. Memaafkan juga tidak dibatasi pada momen lebaran semata, tetapi bisa kapan saja sepanjang manusia memiliki niat baik untuk memperbaiki apa yang telah diperbuat selama menjalani kehidupan


Beragama secara dewasa adalah beragama yang penerapannya didasarkan pada maqashid syariah. Selama ini kita terlalu banyak melihat agama dari simbol yang sayangnya simbol ini dianggap sebagai sesuatu yang antik dan tidak boleh diubah.

