Mengenal Pentingnya Sosialisasi Agama untuk Anak di Era Digital
Sosialisasi agama membantu mengawasi penggunaan media digital, mengajarkan anak-anak menggunakan sosial media dengan bijak, dan memahami etika berinternet.
Sosialisasi agama membantu mengawasi penggunaan media digital, mengajarkan anak-anak menggunakan sosial media dengan bijak, dan memahami etika berinternet.


Media sosial menjadi alat yang memungkinkan orang untuk menampilkan “panggung depan” dan “panggung belakang” mereka, yang berdampak pada bagaimana mereka dilihat oleh orang lain dan bagaimana mereka membangun identitas,


Akademisi tradisional sering kali terhambat masuk ke khalayak umum dengan membawa diskursus pengetahuan yang lazimnya terbatas pada kalangan tertentu. Media sosial menghilangkan hambatan-hambatan ini dan menjadi wadah demokratisasi penyebaran pengetahuan.


Seorang Muslim dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman keagamaan mereka dan membantu membangun dunia yang lebih baik.


Kesabaran mendorong kita untuk lebih jeli, melakukan verifikasi, tidak tersulut mentalitas massa daring, dan meningkatkan kualitas interaksi bermedsos kita.


Mewujudkan cita-cita bangsa menjadi bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur, damai tanpa kekerasan adalah kewajiban bagi setiap individu bangsa.


Ajaran Islam Rahmat lil Alamin dijelaskan dalam al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW.


Media sosial sebagai ruang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan gagasan moderasi beragama.


Memposting perihal agama lain seperti mengolok-olok, menyebarkan penistaan agama secara sengaja dapat menyinggung perasaan penganut agama lain.


Melalui Salam Forum, Wahid Foundation mengajak semua pihak, khususnya kalangan muslim muda dan pemuka agama Islam, agar meningkatkan kesadaran untuk meredam sirkulasi narasi-narasi keagamaan intoleran dan ekstremisme kekerasan.

