[Review Film] 3 Doa 3 Cinta: Mengintip Pesantren Dari Bingkai Sinema
dengan jelas film ini menolak anggapan bahwa Islam identik dengan kekerasan, dan sebenarnya orang Islam yang bertindak keras adalah salah tempat mengaji.
dengan jelas film ini menolak anggapan bahwa Islam identik dengan kekerasan, dan sebenarnya orang Islam yang bertindak keras adalah salah tempat mengaji.
![[Review Film] 3 Doa 3 Cinta: Mengintip Pesantren Dari Bingkai Sinema](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/11/maxresdefaultu-1-825x510.jpg)
![[Review Film] 3 Doa 3 Cinta: Mengintip Pesantren Dari Bingkai Sinema](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/11/maxresdefaultu-1-825x510.jpg)
Mengenalkan kepribadian kanjeng Nabi saw diharapkan agar beliau menjadi idola hingga akhlak, adab dan sunnah-sunnah mulia yang beliau miliki dapat ditiru, demikian akan menimbulkan cinta dan bahkan pada beliau


Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki aset besar dalam pengembangan kepribadian, seperti rasa hormat dan tawadhu santri terhadap kiai, hidup sederhana, hemat, mandiri serta leburnya individualisme dan egoisme pribadi.


Secara fitrah, tidak ada satu pun makhluk yang rela dirinya tersakiti, baik itu tersakiti secara fisik maupun batin.


Perpustakaan dan pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan sebuah universitas menjadi Research University


Dunia anak seharusnya masih dalam lingkup bermain, sehingga saat masa bermain tersebut telah usai, si anak akan mengalami perkembangan yang sempurna.


Kalau ada fenomena anak yang dipaksa bekerja) oleh orang tuanya, apakah orang tua seperti itu bisa disebut “Orang tua Durhaka” karena telah menzalimi anaknya? Bagaimana pula hukumnya?
![[Tanya Jawab Agama] Kasus Penjualan Anak, Apakah Orang Tua Dianggap Durhaka?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-3-7-825x510.png)
![[Tanya Jawab Agama] Kasus Penjualan Anak, Apakah Orang Tua Dianggap Durhaka?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-3-7-825x510.png)
Di Yogyakarta, gerakan-gerakan kaum muda NU, yang memiliki beberapa komunitas, selalu menjadikan Alissa tempat untuk berkonsultasi, silaturahmi dan memperkuat jaringan.


Mereka menyusun kurikulum dan buku ajar sekolah yang serba anti: anti-Syiah, anti-Sufi, anti-non-Muslim, anti-Barat, anti-bid'ah, dan anti-anti yang lain.


Dalam ujian kehidupan ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal dalam mengahadapi ujian itu. Yang berhasil akan semakin bertambah keimanannya pada Allah dan yang gagal akan semakin berputus asa dari Rahmat Allah, bahkan ada pula yang sampai kufur kepada Allah.

