Ramadan

Melepas Ramadan, Melewati Kesementaraan

Puasa Ramadan rupanya dijalankan hanya sebagai ritual tanpa perenungan. Istilah-istilah yang disematkan untuk mengangkat status bulan ini, seperti “bulan peragian jiwa”, “bulan penuh hikmah”, atau “bulan rahmah dan magfirah” terasa hampa.

Teologi Puasa di Era Pandemi Covid-19

Teologi puasa di era pandemi Covid-19 ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat 'imunitas' rohani kita. Orang yang berpuasa dengan keimanan, selain memperkuat imunitas personal, juga akan dapat memberi manfaat sesama, siapapun orang itu.

Menutup Tirai Ramadan

Ramadan dibiarkannya berlalu sebagai rutinitas yang hambar, kering dan sia-sia. Bahkan, ia kerap dimaknai tak lebih hanya sebagai “waktu berkumur” di sisa umur.

Ibu, Ramadan, dan Covid-19

Ramadan ini menjadi bukti bahwa ibu adalah seorang insan yang luar biasa. Makan sahur dan berbuka selalu menjadi bagian dari kerja dan bukti mereka mencintai keluarganya. Karenanya, sayangilah ibumu, ibumu, ibumu, baru kemudian ayahmu.

WNI, Ramadan dan Penanggulangan Covid-19 di Riyadh

Ramadan kali ini, mungkin aktivitas baca Alquran, baca salawat, berzikir, dan salat sunah berkurang. Namun, tugas-tugas kemanusiaan dan pelayanan terhadap WNI barangkali bisa menjadi kebaikan yang akan dicatat dan dilipatgandakan. Bukankah salah satu esensi puasa Ramadan adalah berempati dan merasakan kesusahan yang orang lain rasakan?

Lihat Postingan Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.