Kekuasaan dan Ketidakpastian dalam Musik Akhir Zaman
Melalui cerpen-cerpen yang simbolik dan nonlinier, Kiki Sulistyo menghadirkan dunia yang digerakkan oleh trauma, kekuasaan, dan ketidakpastian makna.
Melalui cerpen-cerpen yang simbolik dan nonlinier, Kiki Sulistyo menghadirkan dunia yang digerakkan oleh trauma, kekuasaan, dan ketidakpastian makna.


Kekuasaan sering tampil rapi di layar depan, tetapi di baliknya bekerja kompromi, normalisasi, dan tangan-tangan yang jarang disorot nurani.


Karya-karyanya, termasuk Laila Majnun serta Khusrau dan Syirin, digubah dalam bentuk puisi atau dikenal dengan sebutan Matsnawi, Meski berbentuk kisah, karya tersebut banyak mengandung pelajaran tersembunyi bagi para penempuh jalan spiritual.


Ahmad Tohari mengatakan, ketika haji bareng saya, Gus Dur itu selalu membacakan syair-syair arab, bukan doa thawaf, malah syair-syair arab yang dia pakai, yang dia baca. Itu doa apa Gus? Bukan doa, itu syair kok,


Arrahim Podcast episode kedua ini membincang soal "Gus Dur dan Sastra Pesantren" bersama Gus Haedar Hafeez


Bayang-bayang Usman seketika berkecamuk di kepala Ranum. Sosok laki-laki yang sedang berusaha di luar sana untuk segera meminangnya. Usman hadir bersamaan dengan setetes air mata ranum yang tak terbendung lagi.
![[Cerpen] Ada yang Tak Ternilai Harganya](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-6-1-825x510.png)
![[Cerpen] Ada yang Tak Ternilai Harganya](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-6-1-825x510.png)
Selain rasanya yang khas, para pelanggannya kerap mendapatkan pertunjukan drama gratis. Pemainnya tidak lain adalah mang Asep dan istrinya sendiri
![[Cerpen] Soto Mang Asep, Bonus Pertunjukan Drama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-1-825x510.png)
![[Cerpen] Soto Mang Asep, Bonus Pertunjukan Drama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-1-825x510.png)
Seorang juru kunci makam desa yang sangat sepuh (tua), dengan telaten ia membersihkan rerumputan yang tumbuh liar di area makam. Kira-kira sudah 43 tahun lamanya, semenjak cerita pilu menghunus puing hidup mereka
![[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [1]: Mukadimah](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-1-825x510.png)
![[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [1]: Mukadimah](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-1-825x510.png)
Kidung itu sangat indah, dan memiliki arti yang menyentuh hati. Isinya puji-pujian tentang sawah. Entah bagaimana caranya, aku sangat ingat setiap kata dalam kidung itu, lalu dengan mudah menuliskannya di kertas saat bangun tidur.


Tentu saja tidak ada orang yang secara suka rela menghirup aroma busuk itu, tapi tidak ada pilihan lain, bau itu seperti tak peduli. Seperti halnya si Tuan Tanah yang sama sekali tak peduli dengan mereka yang mulai terancam hidupnya.
![[Cerpen] Bau Busuk](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-54-825x510.png)
![[Cerpen] Bau Busuk](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-54-825x510.png)