Empat Sifat Manusia Menurut Imam Al-Ghazali yang Menentukan Arah Hidupmu
Empat sifat manusia menurut Imam Al-Ghazali yang menentukan arah hidup dan kebahagiaan sejati. Temukan keseimbangannya menuju jiwa tenang.
Empat sifat manusia menurut Imam Al-Ghazali yang menentukan arah hidup dan kebahagiaan sejati. Temukan keseimbangannya menuju jiwa tenang.

"Wahdatul wujud" dan "Mysterium Tremendum et Fascinans" menggambarkan hubungan manusia dengan Realitas Ilahi yang melampaui rasio, menghadirkan perasaan takut sekaligus kagum, serta kerinduan akan kesatuan dengan Yang Transenden. Meskipun berakar dari tradisi yang berbeda, keduanya memperlihatkan irisan mendalam dalam menggambarkan misteri Ketuhanan yang tak terjangkau namun mempesona.

Pada era digital ini, media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan informasi dan hiburan saja, tetapi juga menjadi tempat terbentuknya standar hidup sosial. Standar tersebut mencakup berbagai aspek seperti kecantikan, gaya hidup, karier, hingga hubungan dengan pasangan. Hal tersebut mula-mula dianggap wajar, namun seiring berjalannya waktu, hal ini sering kali tidak realistis dan justru […]

Nafsu bukanlah musuh yang harus dihancurkan, tetapi aspek diri yang harus diarahkan ke jalan yang benar. Dengan pengendalian dan kesadaran, kita dapat menjaga keseimbangan hidup serta mendekatkan diri kepada Allah.

Kemiripan dalam gagasan al-Jili dengan Ibn Arabi membuat al-Jili dianggap sebagai pelanjut ajaran tasawuf Ibn Arabi, terutama tentang konsep nur Muhammad.

Tasawuf dan psikoterapi adalah suatu sarana untuk menyembuhkan kesehatan mental dengan praktik zikir, sabar, dan puasa.

Jangan mudah tertipu dengan guru-guru yang mengaku dapat melakukan hal-hal yang di luar nalar, seperti bisa terbang atau perilaku absurd lainnya tetapi ibadahnya kacau.

Tasawuf masih sangat penting keberadaannya untuk diaktualisasikan guna mencegah krisis spiritual dan moral

Jadi, apabila kita bertanya padanya, “Apa itu tauhid?” Ansari menjawab, “Tuhan, tak ada yang lain. Yang lain adalah kebatilan.”

Tasawuf secara epistemologis dan aksiologis berasal dari ajaran Islam. Tasawuf adalah dimensi spiritual Islam.
