Sebuah Seni Hidup Damai, Menyemai Damai Melalui Pendidikan Agama
Setiap agama mempunyai nilai-nilai sendiri yang tentu mengajarkan umatnya untuk tidak hidup dalam suasana konflik, kekacauan dan lebih-lebih bersikap intoleran terhadap kelompok lain
Setiap agama mempunyai nilai-nilai sendiri yang tentu mengajarkan umatnya untuk tidak hidup dalam suasana konflik, kekacauan dan lebih-lebih bersikap intoleran terhadap kelompok lain


Buku Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M membuka jendela ke dalam perjalanan panjang NU, menggambarkan bagaimana organisasi ini telah membentuk identitas sosial, politik, dan keislaman Indonesia.


Pasal-pasal dalam Piagam Madinah mencerminkan sebuah ekspresi kesadaran atas pengakuan keragaman keyakinan, pemikiran, kebangsaan, dan identitas etnis dalam Islam


Membaca buku ini, kita diingatkan bahwa para ulama, terutama Kiai Hasyim Asy’ari, juga dapat menjadi agen perubahan yang memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.


Ilmu bisa bermanfaat bagi seorang siswa jika ia memiliki adab atas guru, ilmu, dan teman-temannya.


Diujung jalan berbeton nan mulus Membentang samar jurang menganga tanpa batas Dari tempatku berdiri aku tersengal gelagapan memandang cemas Panas semakin menyengat menusuk bengis Air laut berubah warna merambat masuk mendesis Mendesak dataran yg semakin rapuh kropos Sesekali bersama badai yg datang tak terduga menerpa ganas Sementara dari bukit yang gundul Longsor bergelung turun membandul […]


Di tengah modernitas masyarakat Singapura, tradisi ziarah makam wali masih memiliki nilai penting dalam level agama, kultural dan sosial. Tidak jarang pula, banyak tokoh masyarakat maupun politisi di sana berkunjung ke sana terleih lagi ketika ‘musim politik’.


Anjing yang menuntut keadilan menunjukkan bahwa si sufi harus dilucuti pakaian spiritualnya karena tindakannya bertentangan dengan nilai kebajikan. Cerita ini sekaligus menunjukkan bahwa penampilan luar atau status sosial tak bisa dijadikan sebagai faktor penentu kualitas spiritual seseorang.


Anda boleh memiliki tafsir apapun tentang kisah Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan putranya atas nama ketundukan pada Allah. Tapi pada akhirnya, Allah menggantinya dengan seekor domba. Ketika domba tersembelih, binatang itu tidak disajikan untuk dinikmati Allah, tapi untuk dinikmati manusia.


Karena keistimewaan dan keutamaan bulan Dzulhijjah itu, sudah sepantasnya kita memperbanyak amalan sunnah selama periode ini.

