Komunitas Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP): Merayakan Perbedaan sebagai Misi Profetik
Merayakan perbedaan bagi mereka tak ubahnya seperti misi profetik.
Merayakan perbedaan bagi mereka tak ubahnya seperti misi profetik.

Tak ada yang sia-sia dari gerakan sosial yang dirintis dan dikawal oleh anak-anak muda, terutama bila itu diniatkan untuk mewujudkan tata keagaman yang lebih moderat dan toleran.

Ormas Muhammadiyah bertekad agar umat Islam sadar kewajibannya dalam menjaga lingkungan hidup.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam mengatasi isu lingkungan melalui Bahtsul Masail dan fatwa-fatwanya.

Salat ihtiyath mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesucian dan kesempurnaan dalam salat.

Sebagai sebuah ajaran keagamaan, konsep sentral Taoisme adalah Tao, yang sering digambarkan sebagai prinsip dasar yang menjadi sumber segala sesuatu.

Setiap agama mempunyai nilai-nilai sendiri yang tentu mengajarkan umatnya untuk tidak hidup dalam suasana konflik, kekacauan dan lebih-lebih bersikap intoleran terhadap kelompok lain

Buku Ikhtisar Sejarah Nahdlatul Ulama 1344 H/1926 M membuka jendela ke dalam perjalanan panjang NU, menggambarkan bagaimana organisasi ini telah membentuk identitas sosial, politik, dan keislaman Indonesia.

Pasal-pasal dalam Piagam Madinah mencerminkan sebuah ekspresi kesadaran atas pengakuan keragaman keyakinan, pemikiran, kebangsaan, dan identitas etnis dalam Islam

Membaca buku ini, kita diingatkan bahwa para ulama, terutama Kiai Hasyim Asy’ari, juga dapat menjadi agen perubahan yang memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.
