Muawiyah bin Abi Sufyan: Sang Politikus Ulung
Tesis Politik Muawiyah bin Abi Sufyan adalah mu’ākalah hasanah wa musyārakah jamīlah. Sejak saat itu seorang khalifah tak harus pandai agama, tapi cukup punya kemampuan menejerial mengelola negara.
Tesis Politik Muawiyah bin Abi Sufyan adalah mu’ākalah hasanah wa musyārakah jamīlah. Sejak saat itu seorang khalifah tak harus pandai agama, tapi cukup punya kemampuan menejerial mengelola negara.


Kedua orang tuanya membimbingnya untuk menghafalkan Alquran, mengarahkannya untuk ikut ke dalam majelis-majelis ilmu dari para ulama Azhar, dan mengajarinya untuk gemar membaca dan menelaah buku-buku.
![[Biografi Ulama al-Azhar] Syeikh Usamah Sayyid al-Azhari](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-8-6-825x510.png)
![[Biografi Ulama al-Azhar] Syeikh Usamah Sayyid al-Azhari](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-8-6-825x510.png)
Di antara kelinuwihan Kiai Mansur adalah ketundukan para jin. Dikisahkan dua pohon sawo yang sampai sekarang masih berdiri adalah tempat dimana jin "dilokalisir" agar bertempat di pohon sawo itu saja. [Lihat Gambar]
![KH. Mansur: Kiai Pendekar dan Guru KH Hasyim Asy’ari [Bagian 2 – Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-10-3-825x510.png)
![KH. Mansur: Kiai Pendekar dan Guru KH Hasyim Asy’ari [Bagian 2 – Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-10-3-825x510.png)
KH. Mansur adalah putra Aryo Redjo (makamnya ada di Sekaru Gudo Jombang). Kalau diurut ke atas, silsilah KH. M Mansur bin Arya Reja bin Arya Kromo bin Arya Penangsang bin Pangeran Sekar Seda Lepen bin Raden Patah.
![KH. Mansur: Kiai Pendekar dan Guru KH Hasyim Asy’ari [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-10-3-825x510.png)
![KH. Mansur: Kiai Pendekar dan Guru KH Hasyim Asy’ari [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-10-3-825x510.png)
KH. Hasyim Asyari selama delapan bulan mendapatkan pelajaran silat dan kuntau dari para kiai yang dari Cirebon


Melalui kitab al-Qawāid al-Fiqhiyyah ini, Kiai Humam selalu hadir menemani santri-santri meneruskan hadlārah tsaqāfiyyah (peradaban ilmu pengetahuan) untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil 'Alamin.


Sesaat setelah saya menyalami Kiai Ulin itu, Bu Nyai langsung menyapa saya. “Kowe adike Zakiyah to?” Tentu saja saya kaget disapa beliau. Spontan saya jawab, “Nggih, Bu.”


Di Yogyakarta, gerakan-gerakan kaum muda NU, yang memiliki beberapa komunitas, selalu menjadikan Alissa tempat untuk berkonsultasi, silaturahmi dan memperkuat jaringan.


Hamzah Sahal sangat menonjol di bidang mengorganisir jaringan, terutama melalui Alif.ID., menjalin hubungan, selain dengan Nahdliyin, juga dengan sebagian generasi Muhammadiyah.


Selain menyukai amal-amal wirid dari gurunya dan mendawamkan Sholawat Tafrijiyah/Nariyah 7 x setiap selesai salat, dan Ayat Kursi 7x setiap selesai salat, Inung juga sangat senang musik-musik klasik.

