Gus Baha, Ulama-cum-Cendekia yang Anti Mainstream
Fenomena Gus Baha cukup gemuruh. Saya sangat suka. Bagi saya, ada semacam oase dalam dirinya yang segar penuh harapan. Ceramahnya menerangi dengan hangat.
Fenomena Gus Baha cukup gemuruh. Saya sangat suka. Bagi saya, ada semacam oase dalam dirinya yang segar penuh harapan. Ceramahnya menerangi dengan hangat.


Kiai Ma'shum mempunyai keunikan plus kelebihan. Salah satunya adalah menawari, "menyuwuk" dan memberi ijazah doa kepada santri untuk menjadi kiai. Beberapa yang "kena" suwuk adalah KH. Badrus Sholeh, KH Agoes Ali Masyhuri, dll.


DR. KH. M. Afifudin Dimyathi, LC, MA, atau biasa dipanggil Gus Awis, termasuk yang mempertahankan tradisi ulama Nusantara, menulis dengan bahasa Arab di era melenial ini.


Setelah kami memberitahu beliau tentang maksud kami berupa mengumpulkan doa para kiai sepuh Tambakberas, lalu istri berkata meminta doa untuk Mas Has yang sedang sakit. KH. Hannan masuk kamar, berdoa dan membawa air sebotol.


Bila ada anak turun PKI tidak perlu merasa minder. Karena kalau sudah tidak PKI dan malah menjadi warga NU atau yang lain, tentu sudah tidak menanggung beban sejarah, apalagi beban dosa.


Saat Hasan al-Banna menawari adiknya, Jamal, untuk masuk ke organisasi Ikhwanul Muslimin [IM], Jamal menjawab: “Memang benar pohon-pohon milik anggota IM bisa berbuah kapan saja, namun aku tidak pernah sekalipun menghendaki buah tersebut”.


Abū al-Hārits al-Sayyāf, sang algojo, melangkah gagah dengan wajah amat angkuh, mendekati Al-Hallaj. Ia menampar pipinya dan memukul hidungnya begitu keras hingga darah mengaliri jubahnya.


Kiai Salam merupakan putra dari Syekh Jabbar, seorang pejuang yang berasal dari Dusun Jojokan, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan, Tuban. Jika ditarik silsilahnya ke atas, maka Kiai Salam masih memiliki garis keturunan dengan Joko Tingkir.


Saat Fakultas Ushuluddin sepi peminat, ia melontarkan ide pembukaan prodi baru Tasawuf dan Psikoterapi di Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung. Awalnya ditolak, namun pembukaan prodi baru ini justru mendongkrak jumlah mahasiswa Fakultas Ushuluddin.


Hai santrinya kiai Romly, jika kamu hanya menginginkan harta dunia maka terimalah (bongkahan emas) ini, tetapi jika kamu menginginkan keberkahan dalam hidupmu, maka segeralah kamu kembali kepada gurumu

