Hairus Salim: Apakah Pribumisasi Islam adalah Sebuah Strategi?
Pertanyaan sederhananya apakah pribumisasi itu sebuah strategi saja? atau suatu pilihan permanen.
Pertanyaan sederhananya apakah pribumisasi itu sebuah strategi saja? atau suatu pilihan permanen.


Otoritas- otoritas ini penting untuk membuat islam berdasarkan pengalaman kita disini punya reputasi dan kredibilitas, punya legitimasi kultural yang kokoh dan solid


Kasus teror oleh MIT secara terang benderang mengilustrasikan bahwa ideologi jihadis internasional dapat diimpor. Ia juga merupakan satu contoh yang sempurna dari dinamika lokal yang beririsan dengan dunia global


dengan jelas film ini menolak anggapan bahwa Islam identik dengan kekerasan, dan sebenarnya orang Islam yang bertindak keras adalah salah tempat mengaji.
![[Review Film] 3 Doa 3 Cinta: Mengintip Pesantren Dari Bingkai Sinema](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/11/maxresdefaultu-1-825x510.jpg)
![[Review Film] 3 Doa 3 Cinta: Mengintip Pesantren Dari Bingkai Sinema](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/11/maxresdefaultu-1-825x510.jpg)
Penguasaan bahasa di media sosial perlu menjadi perhatian, terutama hal-hal yang berkaitan dengan masalah keagamaan karena dapat menstimulasi kesadaran akumulatif suatu kelompok dan menjadi pemicu konflik.


Film Unfinished Indonesia merekam satu fase perjalanan bangsa terkait keberagaman dan keberagamaan. Ia cukup berhasil mendokumentasikan adanya kelompok yang menganggap Islam sebagai agama superior sehingga pemimpin di Indonesia harus beragama Islam.


Tentu kita tahu betul bahwa ada peristiwa yang tidak menyenangkan dalam catatan sejarah antara umat Islam dan Kristiani. Namun, menyimpan cerita lama tanpa membuka diri untuk membangun cerita baru justru tidak akan mampu mewujudkan perdamaian yang sesungguhnya.


Dalam konteks masa kini, sikap moderat dalam beragama merupakan sikap penting yang harus dimiliki oleh golongan milenial.


Yang terpenting bagi mereka adalah ketenangan dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Ada ustad yang membimbing mereka mengenal agama.


Secara fitrah, tidak ada satu pun makhluk yang rela dirinya tersakiti, baik itu tersakiti secara fisik maupun batin.

