Fenomena Hijrah dan Cara Belajar Agama Agar Tidak Salah Arah
Fenomena hijrah makin berkembang melalui konten agama di media sosial. Pelajari cara belajar agama yang tepat agar tidak salah arah dan tetap bijak
Fenomena hijrah makin berkembang melalui konten agama di media sosial. Pelajari cara belajar agama yang tepat agar tidak salah arah dan tetap bijak

Jika seseorang mendapati dirinya “menjadi religius” tetapi merasa lebih kaku, marah, atau merasa benar sendiri, ia mestinya bertanya pada dirinya sendiri: apa yang sebenarnya ingin dihindari?

Fenomena hijrah di kalangan anak muda Muslim Indonesia belakangan mencerminkan perubahan signifikan. Salah satu figur yang memainkan peran besar dalam tren ini adalah Hanan Attaki, seorang pendakwah muda yang berhasil menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z melalui gaya dakwah yang segar dan relatable. Namun, bagaimana fenomena ini dapat dipahami dalam kerangka kajian budaya Stuart […]

Tidak bisa dipungkiri, gerakan Hijrah di Indonesia didukung oleh kapitalisasi perputaran uang yang besar dan dukungan yang kuat dari industri.

Asy-Syifa adalah wanita terpelajar dan cerdas yang menekuni bidang terapi tubuh di masa Rasulullah. Wanita yang masuk Islam sebelum hijrah ini sudah terbiasa meruqyah orang lain di masa jahiliyah (sebelum Islam datang).

Sayangnya, tak jarang orang yang telah berhijrah cenderung menjadi pribadi eksklusif dan merasa cukup dengan memenuhi tuntunan syariah saja, tanpa melihat prinsip dan spirit dari hijrah itu sendiri, yakni mengakui perbedaan dan sikap toleransi kepada sesama.

Mas Iqbal & tujuh kawannya yang telah merasakan nikmatnya berhijrah memunculkan ide menebar semangat hijrahnya melalui media online dengan mendirikan Go Hijrah. Anda tertarik?

Kini, fenomena hijrah terlihat berbelok arah; ia seakan hanya dipahami dengan berganti model pakaian, ikut pengajian, bahkan tak lagi berkawan dengan yang tidak sepemikiran. Padahal, Hijrah Nabi justru mempersatukan kelompok-kelompok yang sebelumnya selalu bermusuhan

Simbol "agama" yang masuk dalam pasta gigi diharapkan dapat dinikmati begitu luas oleh kalangan masyarakat yang ingin terlihat lebih syar'i.

HTI pun tidak mempunyai moral standing (pijakan moral) untuk membahas Pancasila karena HTI tidak ikut merumuskan dan menyepakati Pancasila sebagai dasar negara.
