Kisah Ashabul Kahfi: Menggali Hikmah dalam Uniknya Kehidupan dan Pembelajaran
Dalam kisah ashabulkahfi, kita menemukan pelajaran berharga tentang hakikat hidup, pengetahuan, dan pembelajaran
Dalam kisah ashabulkahfi, kita menemukan pelajaran berharga tentang hakikat hidup, pengetahuan, dan pembelajaran


Sholawat itu merupakan bentuk penghormatan dan rasa sayang Allah swt. kepada dua kekasihnya, Nabi Ibrahim as. dan Nabi Muhammad saw.


Hukum suami menafkahi istri adalah wajib, sedangkan istri tidak wajib memberi nafkah suami.


Ketaatan yang dapat mengantar seseorang membangun kesalehan sosial dan ekologi inilah yang dapat meminimalisasi krisis lingkungan.
![Transformasi Ketaatan Berbasis Ekologi: Refleksi atas Qs. al-Rum [30]:41](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2023/02/tsunami-aceh.jpg)
![Transformasi Ketaatan Berbasis Ekologi: Refleksi atas Qs. al-Rum [30]:41](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2023/02/tsunami-aceh.jpg)
Hakikat cinta bukan sebuah kalkulasi, tapi sebuah keikhlasan, ketulusan, dan pengharapan untuk bisa dekat dan bersama yang dicinta.


Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, ya Rahman, ya Barru, ya Rohim, aku memohon kepada-Mu dengan menggunakan semua nama-Mu yang paling baik. Yang aku ketahui maupun tidak. Ampunilah dan rahmatilah aku.


Setiap manusia tentu merasakan pahit dan manisnya kehidupan.Kepahitan itu agar manusia tak lupa untuk selalu berharap yang terbaik kepada Tuhannya. Dan, manisnya hidup supaya manusia tak lupa bersyukur atas karunia dan nikmat yang diberikan oleh Tuhannya.


Yang terpenting bagi mereka adalah ketenangan dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Ada ustad yang membimbing mereka mengenal agama.


“Ibuku perna berkata Cit, kita boleh miskin harta nak. Tapi jangan sampai kita punya hati yang miskin”. Itu adalah senyuman paling indah yang Tina berikan padaku. Tak pernah kulihat wajahnya sebercahaya itu.
![Cerpen: Hati yang Kaya [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Ilustrasi-Hati-yang-Kaya-2-825x510.jpg)
![Cerpen: Hati yang Kaya [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Ilustrasi-Hati-yang-Kaya-2-825x510.jpg)
Secara fitrah, tidak ada satu pun makhluk yang rela dirinya tersakiti, baik itu tersakiti secara fisik maupun batin.

