Nur Rofiah: Membangun Kesadaran Baru Kunci Pribumisasi Islam
Memulai kesadaran baru dalam berislam adalah kesadaran yang membumi. Melalui konsep, kunci pribumisasi Islam
Memulai kesadaran baru dalam berislam adalah kesadaran yang membumi. Melalui konsep, kunci pribumisasi Islam


Pertanyaan sederhananya apakah pribumisasi itu sebuah strategi saja? atau suatu pilihan permanen.


Laki-laki dan perempuan tidak hanya berbeda secara anatomi fisik biologi tetapi juga beda secara sosial. Dua hal ini yang harus diperhatikan untuk mencapai keadilan hakiki perempuan


Otoritas- otoritas ini penting untuk membuat islam berdasarkan pengalaman kita disini punya reputasi dan kredibilitas, punya legitimasi kultural yang kokoh dan solid


Bagi Gus Dur lembaga agama seharusnya tidak hanya difungsikan untuk akomodasi massa untuk praktik ritual semata, melainkan harus difungsikan juga untuk membangun masyarakatnya agar memiliki SDM yang unggul dan berdikari.


Praktik akad jual-beli yang begitu sederhana namun sangat menjunjung tinggi nilai syariat, ditambah raut muka para pedagang yang selalu ceria–meskipun dagangannya tidak dibeli–membuat kami cukup senang mengunjungi tempat ini


Gerakan atau individu yang menganut paham literal di Eropa ini bila beririsan dengan kondisi marjinal atau terpapar kelompok radikal dapat berpotensi menjadi pembunuh berdarah dingin, atau teroris yang tidak segan-segan membunuh atas nama Tuhan.


Film Unfinished Indonesia merekam satu fase perjalanan bangsa terkait keberagaman dan keberagamaan. Ia cukup berhasil mendokumentasikan adanya kelompok yang menganggap Islam sebagai agama superior sehingga pemimpin di Indonesia harus beragama Islam.


Ketika saya tinggal di Filipina, saya mengatakan bahwa saya adalah pastor dan banyak dari anggota keluarga saya memeluk Islam. Mereka heran bahkan merasa sulit untuk percaya. Padahal, hal yang demikian banyak terjadi di negara kita.


Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki aset besar dalam pengembangan kepribadian, seperti rasa hormat dan tawadhu santri terhadap kiai, hidup sederhana, hemat, mandiri serta leburnya individualisme dan egoisme pribadi.

