Melihat Kembali Hadis-Hadis Populer tentang Ramadan Yang (Ternyata) Lemah
Tahukah kita bahwa banyak dari hadis-hadis yang populer tentang Ramadan adalah hadis dhaif atau lemah?
Tahukah kita bahwa banyak dari hadis-hadis yang populer tentang Ramadan adalah hadis dhaif atau lemah?


Mungkin saya bisa beristirahat di bioskop dengan suasana yang nyaman, dingin dan terlindung dari panas terik matahari. Saya coba googling bioskop di Kota Bharu. Hasilnya nihil. “Masa sih gak ada bioskop, padahal ini ibukota negeri...” pikir saya.


Gema Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar adalah magnet kembar yang diburu oleh segenap muslimin ketika bulan puasa tiba.


Negara ini punya potensi memberi contoh yang baik tentang etika seorang muslim. Momen Ramadan harus bisa membuktikan ke dunia bahwa Islam itu Rahmatan lil ’alamin, Islam itu indah.


Ramadan menyatukan kita. Pada saat sahur dan berbuka puasa, setiap keluarga berkumpul bersama. Di masa covid-19 seperti sekarang, kebersamaan itu semakin kuat. Sepanjang hari, sepanjang malam.


Tidak ada yang mengganggu beribadah di bulan ini kecuali kemalasan. Ada orang ataupun tidak, ingatlah Allah mengawasi kita selama 24 jam yang tidak terbatas memorinya.


Mengalami bulan Ramadan perdana di Belanda dalam suasana terdampak pandemi global covid-19 ini membawa kesan yang sungguh nano-nano. Beruntungnya, di Belanda cukup banyak hal yang memudahkan saya untuk menjalani bulan Ramadan ini.


Momentum Ramadan menjadi sangat signifikan bagi seluruh umat Muslim untuk memenangkan dirinya dalam mengontrol hawa nafsunya


Saat azan Maghrib berkumandang, anehnya, hanya kami yang mendekati hidangan buka puasa. Tuan rumah beserta orang-orang lain masih duduk di kursi, seolah tidak menghiraukan waktu magrib.


Selain di Indonesia, rasanya sulit menemukan salat tarawih super cepat seperti dalam video tersebut. Di Timur Tengah, hampir tidak ada sama sekali.

