Pemikiran Tafsir Kontemporer Sahiron Syamsuddin: Telaah Metode Ma‘na cum Maghza
Metode penafsiran yang diterapkan oleh Sahiron Syamsuddin menekankan rekonstruksi makna dan pesan utama yang terdapat di dalam ayat Al-Qur’an
Metode penafsiran yang diterapkan oleh Sahiron Syamsuddin menekankan rekonstruksi makna dan pesan utama yang terdapat di dalam ayat Al-Qur’an


Untuk menjalankan pendidikan yang baik, semua elemen bangsa mesti bekerja sama untuk bahu-membahu memastikan pendidikan nasional dijalankan dengan baik.


Bakry menyajikan tafsirnya "Tafsir Rahmat" dengan dengan ringkas karena menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang menurutnya pada waktu itu orang-orang sangat sibuk dengan urusannya masing-masing


Dapat dikatakan bahwa al-Iklil merupakan kitab tafsir yang hadir sebagai respons terhadap situasi dan kondisi sosial yang terjadi saat itu


Islah menegaskan bahwa Al-Quran dan Islam diresepsi, diadopsi, diadaptasi dan ditransformasikan para ulama di Jawa secara dinamis dan kreatif dalam ruang batin dan kesadaran masyarakat. "Jowo digowo, Arab digarap, Barat diruwat" mencerminkan praktik tersebut.


Tafsir al-Bayan adalah salah satu dari perwujudan karya ilmiah para kiai pesantren yang sejak dulu sangat produktif dalam menghasilkan berbagai karya keilmuan keislaman.


Memahami pengalaman perempuan, baik secara biologis maupun secara sosial menjadi modal tercapainya konsep keadilan perempuan hakiki agar dapat melindungi perempuan dari kekerasan dan marginalisasi.
![[Resensi] “Nalar Kritis Muslimah”, Upaya Memahami Pengalaman Perempuan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/unnamed-1-645x510.jpg)
![[Resensi] “Nalar Kritis Muslimah”, Upaya Memahami Pengalaman Perempuan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/unnamed-1-645x510.jpg)
Ketahuilah bahwa perjalanan dibagi menjadi dua; pertama, perjalanan badan yaitu pindahnya badan dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua, perjalanan hati yaitu peningkatan sifat (karakter) ke sifat yang lebih baik.


Bahasa Jawa yang digunakan oleh KH Bisri Mustofa dala Tafsir al-Ibriz berkisar pada dua hierarki: bahasa ngoko (kasar) dan bahasa kromo (halus).


Karya Kiai Thoifur mencapai empat puluh tiga kitab. Kitab-kitab tersebut mayoritas ditulis dengan bahasa Arab, di samping ada yang berbahasa Indonesia dan madura yang mengkaji berbagai macam disiplin ilmu.

