Membaca Surah Az-Zumar Ayat 67 melalui Kacamata Tafsir Al-Qurṭubī
Betapapun hebatnya pencapaian manusia, semua itu tetap berada dalam ruang lingkup kekuasaan Allah yang tidak terjangkau oleh akal, apalagi kemampuan manusia.
Betapapun hebatnya pencapaian manusia, semua itu tetap berada dalam ruang lingkup kekuasaan Allah yang tidak terjangkau oleh akal, apalagi kemampuan manusia.


Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Musthofa, dengan penggunaan bahasa jawa, menjadikan Al-Qur’an lebih kontekstual, dan sarat makna budaya lokal, serta menjadi pedoman spiritual yang dekat dengan kehidupan masyarakat.


Istitha’ah haji adalah kemampuan bekal finansial dan juga aspek kesehatan atau kesiapan fisik seorang muslim yang hendak melaksankan haji.
![Tafsir Surah Ali Imran [3]: 7 mengenai Makna Istitha’ah dalam Ibadah Haji](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2024/06/14213814_5452136_1-825x510.jpg)
![Tafsir Surah Ali Imran [3]: 7 mengenai Makna Istitha’ah dalam Ibadah Haji](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2024/06/14213814_5452136_1-825x510.jpg)
Al-Qur’an memperingatkan pada para pengolok, bahwa bisa jadi orang yang direndahkan itu memiliki derajat yang lebih baik, lebih dicintai dan lebih agung di sisi Allah.


Metode penafsiran yang diterapkan oleh Sahiron Syamsuddin menekankan rekonstruksi makna dan pesan utama yang terdapat di dalam ayat Al-Qur’an


Untuk menjalankan pendidikan yang baik, semua elemen bangsa mesti bekerja sama untuk bahu-membahu memastikan pendidikan nasional dijalankan dengan baik.


Bakry menyajikan tafsirnya "Tafsir Rahmat" dengan dengan ringkas karena menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang menurutnya pada waktu itu orang-orang sangat sibuk dengan urusannya masing-masing


Dapat dikatakan bahwa al-Iklil merupakan kitab tafsir yang hadir sebagai respons terhadap situasi dan kondisi sosial yang terjadi saat itu


Islah menegaskan bahwa Al-Quran dan Islam diresepsi, diadopsi, diadaptasi dan ditransformasikan para ulama di Jawa secara dinamis dan kreatif dalam ruang batin dan kesadaran masyarakat. "Jowo digowo, Arab digarap, Barat diruwat" mencerminkan praktik tersebut.


Tafsir al-Bayan adalah salah satu dari perwujudan karya ilmiah para kiai pesantren yang sejak dulu sangat produktif dalam menghasilkan berbagai karya keilmuan keislaman.

