Nur Rofiah: Membangun Kesadaran Baru Kunci Pribumisasi Islam
Memulai kesadaran baru dalam berislam adalah kesadaran yang membumi. Melalui konsep, kunci pribumisasi Islam
Memulai kesadaran baru dalam berislam adalah kesadaran yang membumi. Melalui konsep, kunci pribumisasi Islam


Laki-laki dan perempuan tidak hanya berbeda secara anatomi fisik biologi tetapi juga beda secara sosial. Dua hal ini yang harus diperhatikan untuk mencapai keadilan hakiki perempuan


Otoritas- otoritas ini penting untuk membuat islam berdasarkan pengalaman kita disini punya reputasi dan kredibilitas, punya legitimasi kultural yang kokoh dan solid


Setiap manusia tentu merasakan pahit dan manisnya kehidupan.Kepahitan itu agar manusia tak lupa untuk selalu berharap yang terbaik kepada Tuhannya. Dan, manisnya hidup supaya manusia tak lupa bersyukur atas karunia dan nikmat yang diberikan oleh Tuhannya.


Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki aset besar dalam pengembangan kepribadian, seperti rasa hormat dan tawadhu santri terhadap kiai, hidup sederhana, hemat, mandiri serta leburnya individualisme dan egoisme pribadi.


eran Tuan Guru Mumpa masih terekam dan menjadi kenangan bagi masyarakat Mumpa, terutama kontribusi dan jasanya di bidang Agama dan Pendidikan. Tuan Guru Mumpa mampu mengubah masyarakat menjadi lebih religius dan terdidik.


Sebab agamawan adalah harapan terakhir rakyat, saat Umara’ tak berpihak kepada rakyat. Maka diharapkan agamawan dapat membaca situasi kedepan, bahkan dapat memberi terobosan dalam pemerintahan.


Tua Guru Sapat merupakan keturunan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, melalui jalur nasab ayah dan ibunya. Ia adalah ulama produktif yang menulis banyak karya berbahasa Melayu-Jawi. Tercatat tercatat ada 18 karya yang ia tulis sepanjang kehidupannya.


Dalam pandangan agama, seorang yang tidak berilmu, al-jāhil, itu mustahil menjadi kekasih (walī) Allah ( يستحيل شرعا أن يكون وليا لله تعالى)


Tak hanya Prof. Quraish yang disebut Muslim-Syiah, ada banyak ulama-ulama yang sudah terlanjur “distempel” dengan sebutan-sebutan yang tidak pantas.

