Alif dan Mim (12): Rencana Perjodohan yang Membingungkan
Cahaya pemandu di dalam hati itu terkibas-kibas angin. Ia tergoda oleh padam. Ingin sekali menyelamatkan nyalanya. Agar cinta yang sudah terbangun tidak menjadi sia-sia.
Cahaya pemandu di dalam hati itu terkibas-kibas angin. Ia tergoda oleh padam. Ingin sekali menyelamatkan nyalanya. Agar cinta yang sudah terbangun tidak menjadi sia-sia.


Tidak berlebihan kiranya, kalau dikatakan telah lahir tradisi baru intelektual muslim era covid-19 ini, yaitu ketika Litapdimas melakukan ikhtiarnya dengan bertadarus bersama


Menurut Ibnu Katsir, salahlah orang yang menafsirkan 'yaqin' hanya sebatas ma'rif'ah (pengetahuan tentang Allah) lalu menganggap tidak perlu lagi shalat, zakat, puasa, dan sebagainya


Berbeda dengan Maher dan Raef, Dimash tidak menekuni musik religius. Seperti penyanyi pada umumnya, tema lagu-lagu Dimash bernuansa sekuler. Tetapi jalannya meraih popularitas justru lebih sulit karena ia memilih genre yang non-mainstream.
![Menyerukan Pesan Kemanusiaan dan Religiusitas Tanpa Atribusi Religius di Dunia Showbiz: Mengenal Dimash Kudaibergen [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/dimash-1024x576.jpg)
![Menyerukan Pesan Kemanusiaan dan Religiusitas Tanpa Atribusi Religius di Dunia Showbiz: Mengenal Dimash Kudaibergen [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/dimash-1024x576.jpg)
Dimash juga hebat dalam hal stage presence. Sehari-hari, ia adalah pemuda yang rendah hati, sopan dan pemalu, tetapi di atas panggung ia berubah menjadi sosok yang sangat percaya diri dan kharismatik.
![Menyerukan Pesan Kemanusiaan dan Religiusitas Tanpa Atribusi Religius di Dunia Showbiz: Mengenal Dimash Kudaibergen [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/dimash-1024x576.jpg)
![Menyerukan Pesan Kemanusiaan dan Religiusitas Tanpa Atribusi Religius di Dunia Showbiz: Mengenal Dimash Kudaibergen [Bagian 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/dimash-1024x576.jpg)
Tidak beruntung sekali nasib perasaan ini, pikirnya. Kerumitan demi kerumitan dalam hubungannya dengan Mim muncul satu demi satu.


Dalam kisah Yusuf di atas, perasaan sibling rivalry itu membawa pada bahaya yang tidak bisa disepelekan, sebuah kejahatan terencana menghilangkan nyawa seseorang. Dalam banyak kasus di lapangan, betapa banyak konflik antar saudara berawal dari rasa iri dan sibling rivalry berujung pada kematian salah satu saudara.
![Tafsir Q.S. Yusuf [12]: 3-9: Favoritisme dan Sibling Rivalry dalam Alquran](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Cover.jpg.jpg)
![Tafsir Q.S. Yusuf [12]: 3-9: Favoritisme dan Sibling Rivalry dalam Alquran](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Cover.jpg.jpg)
Istilah ibn al-sabīl disebutkan di dalam Alquran sebanyak delapan kali, yang semuanya terkait dengan pemberian bantuan terhadap mereka sebagai golongan yang berhak menerima, baik dari zakat atau sedekah.
![Siapakah “Anak Jalanan” dalam Q.S. al-Tawbah [9]: 60?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Kapan-Lo-Harus-Berhenti-Ketika-Lelah-Saat-Berlari-1024x576.jpg)
![Siapakah “Anak Jalanan” dalam Q.S. al-Tawbah [9]: 60?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/Kapan-Lo-Harus-Berhenti-Ketika-Lelah-Saat-Berlari-1024x576.jpg)
Jika ada keinginan kuat dan ada waktu, menurut saya, sikap terbaik adalah mau belajar “keunikan” dan “keistimewaan” kitab suci orang lain untuk “memperkaya” pemahaman kita terhadap kitab suci kita.
![Kitab Suci Agama-agama [Part 2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)
![Kitab Suci Agama-agama [Part 2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)
Ajaran syariat Islam bisa diterapkan di masa para Khalifah, di masa Dinasti Islam dan seterusnya karena dahulu banyak yang dapat menerima amanah dan personal yang amanah. Ternyata sudah ditegaskan dalam hadis di atas bahwa amanah itu pertama dicabut dari umat manusia.

