Benarkah Khilafah Membuat Anak-Anak Bahagia?
Untuk membuat anak-anak hidup bahagia adalah meberikan pemahaman pada mereka bahwa Al-Qur’an lebih banyak menerakan ayat-ayat perdamaian dan toleransi.
Untuk membuat anak-anak hidup bahagia adalah meberikan pemahaman pada mereka bahwa Al-Qur’an lebih banyak menerakan ayat-ayat perdamaian dan toleransi.


Menurut Islam, dengan terus mengingat Allah dan memahami orientasi jangka panjang bagi kehidupan diri, seseorang akan lebih dekat dengan self-awareness dan buah-buah yang dihasilkannya.


Dalam Islam, setiap manusia diwajibkan untuk beriman kepada Allah Yang Esa, tidak menyekutukan-Nya, dan beribadah kepada-Nya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.


Tekanan ekonomi yang berat mungkin telah menciptakan perasaan frustrasi yang mendalam, yang pada gilirannya dapat menyebabkan individu merasa terasing dan kehilangan kendali atas perilaku mereka.


Penyelesaian permasalahan 'bullying' di pondok pesantren memerlukan upaya bersama dari semua pihak terkait, termasuk pengelola pondok pesantren, pengajar, dan para santri sendiri.


Orang yang memiliki kekuatan syahwat yang berlebihan akan mudah terlena dengan keadaan. Ia hanya akan dibutakan oleh keinginan sederhana, yang membuatnya tidak berusaha menjadi lebih baik.


Mempertentangkan antara filsafat, sains, dan agama adalah hal yang membuang waktu-waktu saja. Ketiganya sama-sama memiliki fungsi untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.


Menurut Masuru Emoto, yang telah melakukan penelitian terhadap air, air dapat “mendengar” kata-kata, “membaca” tulisan, dan “mengerti” pesan yang kita ucapkan.


Tingkat tinggi rendahnya angka bunuh diri itu amat terkait dengan tinggi rendahnya integrasi sosial serta kuat tidaknya regulasi sosial.


Kekuatan bertanya, seperti yang dicontohkan metode Sokrates, bersifat transformatif dan mencerahkan.

