Melampaui Layar Ponsel Pintar: Menyelami Moralitas dan Kemanusiaan di Media Sosial
Dalam interaksi kita di media sosial, sering kali kita luput untuk memahami bahwa lawan dialog kita bukanlah nama pengguna disertai foto profil belaka.
Dalam interaksi kita di media sosial, sering kali kita luput untuk memahami bahwa lawan dialog kita bukanlah nama pengguna disertai foto profil belaka.


Sudah selayaknya sebagai intelektual muda harus mempelajari pemikiran apa pun. Namun, yang terpenting tetap berlandaskan nilai-nilai falsafah bangsa yang dijunjung tinggi.


Secara spesifik tembang 'Gundul-Gundul Pacul' mempunyai pesan yang ingin disampaikan kepada para pemimpin dan calon pemimpin.


Perlu kiranya untuk memahami keberagaman agama dalam perspektif ke-Indonesia-an, menyelaraskan agama dan kebudayaan Indonesia.


Sudah saatnya para sosiolog di Indonesia untuk mempelajari sejarah sosial sebagai teropong analisis dinamika sosial


Dengan menapaki kehidupan menggunakan kaki kekar kesabaran, kita menginfuskan kekuatan untuk bertahan dan terus berjalan.


Pentingnya refleksi terhadap hakikat manusia yang beragam mendorong kita untuk menghargai ajaran agama sebagai manifestasi dari kemanusiaan, yang mencakup nilai toleransi.


Memaknai agama secara humanistis adalah mengonstruksikan agama dengan kemanusiaan dan rasa toleransi yang penuh penghayatan.


Basis ajaran ahimsa bertolak dari pemikiran bahwa tindakan kekerasan sampai kapan pun bersifat destruktif dan akan menghasilkan siklus penindasan tiada ujung.


Profesi guru merupakan profesi yang tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, melainkan orang yang cakap secara intelektual, moral, dan spritual yang mampu untuk menjadi guru.

