Ngatawi Al-Zastrow, Membaca Realitas dan Berdakwah Melalui Seni
Al-Zastrow Ng mengatakan “Saya berkesenian sejak kecil. Di pesantren saya digunduli, sering disuruh nguras comberan gara-gara suka nonton musik. Itu membekas betul dalam diri saya..".
Al-Zastrow Ng mengatakan “Saya berkesenian sejak kecil. Di pesantren saya digunduli, sering disuruh nguras comberan gara-gara suka nonton musik. Itu membekas betul dalam diri saya..".


Untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya kecintaan kepada negara, KHR. Ahmad Al-Hadi menyalurkannya melalui syair-syair untuk dibaca di berbagai kegiatan keagamaan.


Sekalipun menjadi menteri beliau tidak susah untuk ditemui. Beliau tidak pelit memberikan rekomendasi kepada murid-muridnya.


Prof. A. Malik Fadjar tak akan pernah pergi. Saya akan menahannya dengan segenap hati dalam sebuah pikiran dan kenangan. Ia adalah mujaddid besar di dunia pendidikan.


Perjalanan Yon Machmudi, PhD (Dosen Universitas Indonesia kelahiran Jombang) yang Akhirnya Keluar dari PKS


Kalau engkau memakai masker dengan kerendahan hati dan takut orang lain yang berkerumun tertulari penyakit yang kau bawa, maka Allah menghormati tawadukmu dan sikap “rumangsamu”..


Saya jujur dengan hati dan lisan saya bahwa [kualitas] satu hari yang dilalui oleh Imam Ghazali sama seperti [kualitas] seluruh umur hidupku.


Antara Gus Dur dan Gus Mus lazim dilabeli sebagai pemikir, budayawan, dan penulis dengan segenap pernak-pernik ataupun plus minus yang dimilikinya. Kekariban dua tokoh ini berlangsung seolah tak bertepi.
![Peer Group dan Hubungan Kekariban Gus Mus dan Gus Dur [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-11-825x510.png)
![Peer Group dan Hubungan Kekariban Gus Mus dan Gus Dur [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-11-825x510.png)
Pembawaan dan gaya pribadi antara Gus Dur dan Gus Mus memang berbeda, tapi ide-ide yang dibawakan hampir serupa.
![Peer Group dan Hubungan Kekariban Gus Mus dan Gus Dur [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-11-825x510.png)
![Peer Group dan Hubungan Kekariban Gus Mus dan Gus Dur [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-11-825x510.png)
Karya Kiai Thoifur mencapai empat puluh tiga kitab. Kitab-kitab tersebut mayoritas ditulis dengan bahasa Arab, di samping ada yang berbahasa Indonesia dan madura yang mengkaji berbagai macam disiplin ilmu.

