









Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Bukankah sesuatu yang tumpah dari wadahnya adalah isinya? Begitulah seharusnya nilai Islam harus tertumpahkan dengan kedamaian dan kasih sayang kepada semesta alam.

Jika pembaca mendekati teks agama tanpa memiliki komitmen moral, maka yang lahir adalah narasi keislaman yang tidak hanya dipenuhi prasangka rasial.

Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung kedua Masjid Suci

Kisah ini saya tuturkan kembali untuk menyampaikan satu poin pokok: bahwa kita ndak bisa tidak kecuali menghadirkan Islam dalam dunia modern ini dengan kemasan yang "ngintelek".

Saat Fakultas Ushuluddin sepi peminat, ia melontarkan ide pembukaan prodi baru Tasawuf dan Psikoterapi di Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung. Awalnya ditolak, namun pembukaan prodi baru ini justru mendongkrak jumlah mahasiswa Fakultas Ushuluddin.

Sejatinya tradisi menaruh padasan di depan rumah pernah menjadi tradisi masyarakat Jawa dahulu. Banyak rumah pada zaman dulu selalu menyediakan padasan di depan rumahnya hanya untuk mencuci tangan atau mencuci muka bahkan untuk diminum.

Wudu menjadi sebuah penegasan bahwa kebersihan menjadi pokok dalam Islam, sehingga sebelum menegakkan sebuah kewajiban, umat Islam perlu membersihkan dirinya masing-masing.

Keberagamaan dalam bimbingan para "ustaz gadungan" itu bukan membawa manusia memasuki wilayah kemaslahatan, tetapi justru menjerumuskan umat manusia ke dalam lembah kerusakan.

Masyarakat NU yang masih awam perlu dikenalkan konsep Aswaja An-Nahdliyah ini sehingga tidak terjebak dan tersesat dengan Aswaja non-NU.

Ragam WhatsApp group di gadget kita adalah cermin diri (masyarakat) kita. Masyarakat yang mabuk sampah informasi, hingga pada tarap kehilangan sarana untuk menjaga etika berkomunikasi.
