Kriteria ‘Rumahku Surgaku’ Menurut Alquran
Surga dalam Alquran digambarkansebagai tempat yang tidak ada permusuhan, tidak ada perasaan dengki antar sesama penghuninya. Hidup rukun dan damai, serta tidak pernah merasa penat, lelah atau letih.
Surga dalam Alquran digambarkansebagai tempat yang tidak ada permusuhan, tidak ada perasaan dengki antar sesama penghuninya. Hidup rukun dan damai, serta tidak pernah merasa penat, lelah atau letih.


Dasar utama para ulama dalam berargumen dengan syair Arab untuk menjelaskan makna dan wajah nahwu Alquran adalah cerita yang masyhur tentang dialog Khalifah Umar bin Khattab saat bertanya pada orang Badui makna al-takhawwuf


Dalam Alquran terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan sebagai motivasi dan inspirasi terhadap tradisi baca-tulis.


“Lalu dari mana kamu tahu hal itu? Kalian tahu semua itu dari kami, dan kami tahu dari Nabi Muhammad saw,” kata Imran.


Alquran memang bukan kitab sains, tetapi di dalamnya terdapat banyak ayat yang memberikan isyarat dan inspirasi ilmiah dan saintifik.


Jika ada keinginan kuat dan ada waktu, menurut saya, sikap terbaik adalah mau belajar “keunikan” dan “keistimewaan” kitab suci orang lain untuk “memperkaya” pemahaman kita terhadap kitab suci kita.
![Kitab Suci Agama-agama [Part 2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)
![Kitab Suci Agama-agama [Part 2 Selesai]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/iraq_3.jpg)
Kata ‘ada mempunyai beberapa makna di antaranya sebagai ekspresi keadaan yang berseberangan dengan hati, misalnya, permusuhan di mana dapat menjauhkan serta menutup hati dan pikiran dalam bertindak.


Alquran adalah Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Di dalamnya mengandung banyak hal yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, filsafat, dan sejarah serta peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku dan pola kehidupan manusia. Kandungannya sesuai dengan tabiat dan pembawaan manusia itu sendiri, baik mereka yang hidup sebagai individu maupun makhluk sosial, sehingga dengannya manusia […]


Koronavirus memaksa karantina, berdiam diri di rumah (stay at home), dan kerja dari rumah (work from home), mengharuskan jaga jarak sosial (social distancing) dan jaga jarak fisik (physical distancing), dan berlanjut pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua orang wajib memakai masker, seperti yang dipakai oleh para perawat dan dokter. Aktivitas perkantoran, sekolah, dan pesantren […]

