Pentingnya Dakwah dalam Menekan Penyebaran Hoaks COVID-19
Da’i atau siapapun yang memiliki kepedulian terhadap hoaks harus mampu menerapkan dakwah di ranah digital untuk menekan penyebaran hoaks COVID-19 melalui dakwah sosial media
Da’i atau siapapun yang memiliki kepedulian terhadap hoaks harus mampu menerapkan dakwah di ranah digital untuk menekan penyebaran hoaks COVID-19 melalui dakwah sosial media

Islam yang dibawa oleh para Walisongo tidak pernah menghilangkan budaya yang berkembang di suatu daerah, mereka justru mengkombinasikan sebuah kesenian, budaya dengan nilai-nilai keislaman.

Dung tek dung dung tek tek dung gema rebana terdengar dari bangunan depan berjendela anyaman bambu Pondok Pesantren Penaber saat motor yang ku kendarai memasuki pesantren yang terletak di dusun Paginda, desa Sokaoneng, kecamatan Tambak. Belum ku pijakan raga dari motor sembari menatap arsitektur sederhana ponpes yang terkenal dengan pesantren budayanya pulau Bawean, seorang santri […]

Yang terpenting bagi mereka adalah ketenangan dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Ada ustad yang membimbing mereka mengenal agama.

“Ibuku perna berkata Cit, kita boleh miskin harta nak. Tapi jangan sampai kita punya hati yang miskin”. Itu adalah senyuman paling indah yang Tina berikan padaku. Tak pernah kulihat wajahnya sebercahaya itu.
![Cerpen: Hati yang Kaya [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Ilustrasi-Hati-yang-Kaya-2-825x510.jpg)
Secara fitrah, tidak ada satu pun makhluk yang rela dirinya tersakiti, baik itu tersakiti secara fisik maupun batin.

Dari sekian banyaknya kasus pada waria, otoritas agama sebagai agen perubahan seharusnya mulai membuka mata, bahwa waria juga sering menjadi korban kemunkaran, terlepas dari statusnya yang tidak diakui dalam sosio-kultural.
![[Review Film] On Friday Noon: Agama, Seksualitas, dan Waria](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/On_Friday_Noon-ft-002_09646abacc795e0c892cdc5d264e3c1e_thumb-825x510.jpg)
Media sosial hanyalah sebuah platform digital di mana semua orang dapat sebagai apapun dan siapapun di sana. Semua orang dapat mendaku dirinya sebagai ustad, asal pandai berbicara dengan mengutip beberapa ayat Alquran dan hadis

Kalau engkau memakai masker dengan kerendahan hati dan takut orang lain yang berkerumun tertulari penyakit yang kau bawa, maka Allah menghormati tawadukmu dan sikap “rumangsamu”..

Pada masa Kanjeng Nabi, tercatat banyak ada beberapa tempat khusus yang digunakan sebagai tempat prose belajar-mengajar ajaran Islam
