Paradoks Gender: Mengapa Islam Lebih Adil bagi Wanita?
Sering dianggap tidak adil, benarkah Islam justru lebih memuliakan perempuan? Temukan jawabannya tentang warisan 2:1 dan konsep keadilan Islam.
Sering dianggap tidak adil, benarkah Islam justru lebih memuliakan perempuan? Temukan jawabannya tentang warisan 2:1 dan konsep keadilan Islam.


Penerapan UU TPKS secara maksimal masih harus menempuh jalan panjang. Isu tentang kekerasan terhadap perempuan bukan hanya menjadi masalah bagi perempuan semata, tetapi masalah bagi masyarakat secara umum. Paradigma ini perlu dimiliki sehingga upaya kekerasan seksual dapat terwujud


Ketidaksetaraan yang dialami perempuan sering kali disebabkan oleh sistem patriarki dan kapitalisme, yang tecermin melalui stereotipe gender.


Dengan glokalisasi gerakan keadilan gender, Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan yang signifikan dalam hal kesetaraan gender.


Saat menjadi ketua umum PBNU, Gus Dur banyak membersamai kajian-kajian Lakpesdam NU tentang perempuan dalam perspektif agama-agama


Feminisme Islam menunjukkan bahwa prinsip feminisme dan ajaran Islam bisa dipertemukan dan memiliki benang merah mengedepankan kesetaraan di antara semua umat manusia.


Istilah “kedua tangan Tuhan” merupakan isyarat, manusia adalah satu-satunya ciptaan dengan segala anugerah kesempurnaan-Nya, sifat Jalal dan Jamal, yang mengandung keserasian dan perpaduan (termasuk femenin dan maskulin) yang sekaligus melambangkan Kemahasempurnaan-Nya itu.


Perempuan bukan hanya sebagai alat instrumentasi seksual demi berkembangbiaknya spesies yang bernama Phytecantropus Erectus.


Saya juga memiliki banyak teman laki-laki yang merasa terbebani dengan budaya patriarki yang sangat mengikat. Dia keberatan dengan gambaran laki-laki yang harus kuat dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya.


Laki-laki yang tidak mampu memenuhi ekspetasi gender masyarakat akan dipandang sebagai lelaki gagal atau tidak berguna. Di titik inilah sebenarnya laki-laki pun adalah korban dari nilai patriarki.

