Intoleransi, Anak Korban, dan Regulasi Diskriminatif: Refleksi atas Kasus Intoleransi Beragama
Intoleransi pada anak mengungkap perlunya regulasi pendidikan yang adil dan jaminan kebebasan beragama
Intoleransi pada anak mengungkap perlunya regulasi pendidikan yang adil dan jaminan kebebasan beragama


Berbagai kasus intoleransi terjadi hingga pertengahan 2025 disebabkan karena mayoritarianisme agama tertentu.


Normalisasi kekerasan atas nama mayoritas adalah pengkhianatan terhadap prinsip keadilan. Negara harus hadir melindungi semua warga, tanpa diskriminasi, agar Indonesia tetap menjadi rumah bersama bagi setiap keyakinan.


Kekerasan tidak bisa dimaklumi, apalagi dinormalisasi. Negara harus hadir menegakkan hukum dan melindungi setiap warga, tanpa pandang mayoritas atau minoritas, demi keadilan dan keutuhan bangsa.


Diskriminasi terhadap Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Manislor, Kuningan, telah terjadi sejak 2007, dengan peningkatan aksi intoleran setelah reformasi 2002. Penolakan, pembubaran acara, dan kekerasan berlanjut hingga 2010 dan 2024.


Pada Desember 2024, pemerintah Kuningan melarang Jalsah Salanah Jemaah Ahmadiyah di Manislor akibat tekanan kelompok intoleran, sementara aparat keamanan justru menjadi alat untuk mengakomodasi keinginan mereka, mengabaikan hak beragama JAI.


Orang-orang yang terafiliasi dengan kelompok muslim konservatif dan eksklusif memiliki moral “kesucian” yang tinggi yang juga berkorelasi dengan orientasi politik keagamaan eksklusif dan intoleran.


Kita tidak punya hak dalam menentukan dan menekankan kebenaran universal mengenai keyakinan.


Siapa menyangka, Jawa Timur (Jatim) yang adem-ayem, guyub-rukun itu, tiba-tiba dilaporkan sebagai salah satu provinsi yang paling intoleran di Indonesia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapa yang paling bertanggung Jawab atas situasi ini?


Siapa menyangka, Jawa Timur (Jatim) yang adem-ayem, guyub-rukun itu, tiba-tiba dilaporkan sebagai salah satu provinsi yang paling intoleran di Indonesia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Siapa yang paling bertanggung Jawab atas situasi ini?

