Pengalaman dan Pengamatan Dramaturgi pada Hari Raya Idulfitri
Yang dulu katanya saling memaafkan, sekarang menjadi pura-pura memaafkan. Semua orang berpura-pura tidak menjadi diri sendiri, sangat disayangkan.
Yang dulu katanya saling memaafkan, sekarang menjadi pura-pura memaafkan. Semua orang berpura-pura tidak menjadi diri sendiri, sangat disayangkan.


Teosofi tak lain dan tak bukan adalah laku panggilan jiwa bagi orang yang ingin mereguk air spiritualitas di tengah keringnya kehidupan dunia.


Tentu saja sudah seharusnya lembaga pendidikan tidak khawatir dan takut untuk menyelenggarakan program perjumpaan lintas agama di sekolah.


Bagi orang Madura, sarung dan kopiah bukan sekadar aksesoris dan simbol agama, melainkan lebih dari itu, yaitu semacam identitas jati diri.


"Melalui pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman agama, kita yakin dapat menciptakan generasi yang lebih terbuka dan toleran."


Dalam hati, saya bergumam, “Moderasi beragama itu sangatlah penting, apalagi di lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan."


Bayangkan saja, seorang mahasiswa doktoral menangis tersedu-sedu di hadapan rekan sejawat, seperti seorang anak kecil menangis di pelukan abangnya sendiri, padahal mereka berbeda agama dan bahkan etnis dengan saya.


Konsep moderasi beragama, menurut Pak Lurah Desa Jajar, “menjadi titik tolak untuk mengedepankan desa sebagai hulu kebudayaan, tanpa menafikan kemanusiaan.”


Bopo Otto merupakan tokoh yang memainkan peran sentral dalam menjaga dan merawat energi dialog lintas agama/kepercayaan yang sudah berjalan empat tahun terakhir.


Merayakan perbedaan bagi mereka tak ubahnya seperti misi profetik.

