[Cerpen] Mengagumi Namun Tak Bisa Memiliki
Keesokan harinya, kejadian seperti itu pun berulang. Sosok tersebut kali ini tidak mendecakkan lidah seperti biasanya. Ya. Dia hanya berdeham, lalu melafalkan ayat yang benar untuk membenarkan hafalannya
Keesokan harinya, kejadian seperti itu pun berulang. Sosok tersebut kali ini tidak mendecakkan lidah seperti biasanya. Ya. Dia hanya berdeham, lalu melafalkan ayat yang benar untuk membenarkan hafalannya
![[Cerpen] Mengagumi Namun Tak Bisa Memiliki](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Desain-tanpa-judul-3-825x510.jpg)
![[Cerpen] Mengagumi Namun Tak Bisa Memiliki](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Desain-tanpa-judul-3-825x510.jpg)
Keberadaan pesantren “salafī” sebenarnya bisa dikatakan sebagai antitesis dari pesatren “salaf”. Jejaring pesantren “salaf” melalui alumninya dan ormas keagamaannya dipandang oleh komunitas pesantren “salafī” dianggap tidak mengubah apapun dari realitas keberagamaan umat Islam di Indonesia.


Pesantren selalu mendorong santri dan masyarakat untuk beramal baik dan menjauhi amal jelek. Dalam konteks ini, maka menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa serta menghindari kematian adalah ajaran Islam yang agung yang sifatnya wajib.


Panduan ini mengatur agar pimpinan pesantren dan pendidikan keagamaan berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah atau dinas kesehatan setempat


Terkait kebijakan pesantren, akan disampaikan secara resmi oleh Menag satu dua hari ke depan.


Kita memang diminta berjarak, menjaga jarak fisik. Tapi ada yang tidak boleh berjarak, yaitu doa doa, solidaritas dan silaturahim.


RMI-PBNU juga menghimbau agar setiap keputusan yang diambil terkait dengan nasib pesantren harus melibatkan kalangan pesantren.


Kiprah Bunyai Ainur Rohmah tak hanya mengelola pesantren, beliau juga merupakan sesepuh dai perempuan kota Surabaya, sekaligus menjadi dewan penasehat PC Muslimat NU Surabaya dan dewan penasehat Forum Muballighot kota Surabaya-Sidoarjo.


Kiai Abdul Ghofur merupakan satu potret kiai pesantren yang selain pakar dalam bidang agama, pun jago berbisnis. Buktinya adalah kesuksesan Pesantren Sunan Drajat yang telah memiliki dan mengembangkan beberapa unit usaha di bawah bender PT SDL.


Dalam konteks “memesantrenkan” rumah, orang tua dituntut untuk menjadi sumber teladan, inspirasi, dan mampu menggerakkan aktivitas rumah dengan berbagai kegiatan dan kajian keagamaan dan kepesantrenan.

