Sang Dewi Surga
Sang Dewi Surga, terima kasih atas tangisanmu, tirakatmu, nasehatmu, doamu yang tak tergantikan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun
Sang Dewi Surga, terima kasih atas tangisanmu, tirakatmu, nasehatmu, doamu yang tak tergantikan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun


Ucapan Selamat Tinggal hanya terhadap orang yang mencintai dengan kedua bola matanya. Sedang dia yang mencintai dengan jiwa dan hatinya, Tak ada kata perpisahan.


![[Puisi] Menggerus Cinta](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-8-1-825x510.png)
![[Puisi] Menggerus Cinta](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-8-1-825x510.png)
Gusdur terdiam beberapa saat, Namun pedang dan anak panah, Tak satupun melukaimu, Gus...


[Puisi] Membaca Malam, Rotasi Tubuh Galaksi, Rupa Dirupa, Air Zamzam Tuhan, dan Gula
![[Puisi] Membaca Malam, Rotasi Tubuh Galaksi, Rupa Dirupa, Air Zamzam Tuhan, dan Gula](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-58-825x510.png)
![[Puisi] Membaca Malam, Rotasi Tubuh Galaksi, Rupa Dirupa, Air Zamzam Tuhan, dan Gula](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-58-825x510.png)
Di nadi, di hati juga batinku. Aku mengeja juga meraba. Tulisan digaris tanganmu. Ternyata benar alif-lam


Sebab Tuhan memberi penuh cinta Alami tanpa intervensi makhluknya.


Para sufi memang kerap menyandarkan pengalaman mistik dengan Tuhan sebagai relasi cinta. Oleh karena relasi cinta, bahasa sastra sebagai medium pengungkapan menemukan jalurnya.


Selamat pagi, burung-burung melalui cericitmu, aku terima salam dari ranting nan rimbun sebelum batang-batang pohon ditebang untuk dibikin tisu demi mengelap air mataku yang menetes karenamu Selamat pagi, air mengalir gemericikmu adalah kabar baik bahwa batu-batu kapur masih menggunduk di balik gunung sebelum orang-orang membongkarnya untuk tambang demi pembangunan, demi kemajuan, tapi tidak demi engkau […]


Corona itu--tamu nyata dunia--hadirnya tak terihat mata namun nyata adanya--bagai hantu kegelapan, diterik panas cahaya--menyisir waktu disekat-sekat keramaian
![[Puisi] Memperingati Hari Puisi Nasional di Tengah Pandemi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/corona-virus-678x381-1.jpg)
![[Puisi] Memperingati Hari Puisi Nasional di Tengah Pandemi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/corona-virus-678x381-1.jpg)