Dilema Gen Z, Antara Terjerat atau Melawan Radikalisme
Gen Z terus melakukan kampanye moderat sebagai langkah dalam melakukan perlawanan kepada kelompok-kelompok radikal.
Gen Z terus melakukan kampanye moderat sebagai langkah dalam melakukan perlawanan kepada kelompok-kelompok radikal.


Dalam hal ini, baik memahami hadis maupun Al-Qur’an, pemahaman tekstual cenderung lebih berorientasi pada teks saja, tanpa melihat bagaimana konteks mengapa teks keagamaan tersebut hadir.


Faktor utama munculnya radikalisme dalam agama adalah kurangnya pemahaman yang benar dan mendalam tentang esensi ajaran agama Islam itu sendiri, serta pemahaman yang literalistik terhadap teks-teks agama.


Saatnya menutup keran radikalisme untuk menyongsong kehidupan yang tentram dan damai.


Paham radikal bisa datang darimana saja, jika mental spiritual belum kokoh sejak dini.


Mewujudkan cita-cita bangsa menjadi bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur, damai tanpa kekerasan adalah kewajiban bagi setiap individu bangsa.


Yang lebih ekstrem dari pemikiran Islam kanan adalah ketika ia mulai menghalalkan darah manusia untuk dibinasakan karena dianggap kafir.


Jadilah anak muda yang kuat literasi dan implementasikan makna Pancasila.


Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme adalah keyakinan dan/atau tindakan yang menggunakan cara-cara kekerasan atau ancaman kekerasan ekstrem dengan tujuan mendukung atau melakukan aksi terorisme.


RAN PE merupakan serangkaian program yang terkoordinasi (coordinated programmes) yang akan dilaksanakan oleh berbagai kementerian atau lembaga terkait sebagai upaya mitigasi ekstremisme berbasis kekerasan.

