[Resensi Buku] Kecenderungan Simbolik Masyarakat Indonesia
Resensi Buku Judul Buku: Islam & Sistem Perbankan di Timur Tengah dan Indonesia. Penulis: Sumanto Al Qurtuby, Dkk. Penerbit: eLSA Press
Resensi Buku Judul Buku: Islam & Sistem Perbankan di Timur Tengah dan Indonesia. Penulis: Sumanto Al Qurtuby, Dkk. Penerbit: eLSA Press
![[Resensi Buku] Kecenderungan Simbolik Masyarakat Indonesia](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-18-825x510.png)
![[Resensi Buku] Kecenderungan Simbolik Masyarakat Indonesia](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-18-825x510.png)
Kini, putrinya dirawat di rumah sakit. Polisi sudah datang dan menanyainya. Laksmi begitu gemetar mendengar putrinya bercerita satu demi satu peristiwa yang menakutkan bagi setiap perempuan.


Peran ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda tidak perlu diragukan. Semangat nasionalisme yang sudah terpatri dalam diri mereka.


Khalifah yang dijanjikan Allah akan hadir dan memerintah sesuai kehendak Allah. Tak sesiapapun mengingkari sebagai bagian dari tanda akhir zaman—bukan karena ikhtiar atau dipilih berdasar syūrā atau ijtimā’ ulama


Mengidolakan Bu Tejo bukan berarti menyukainya, tapi sebenarnya kita sedang menertawakan diri sendiri. Sosok Bu Tejo dalam Film Tilik mampu membuat alur cerita mencapai puncak "ketegangan".


Dalam doktrin agama tidak selamanya selalu dapat dirasionalkan.


Biasanya jika ingin membaca novel karya Dan Brown ini aku pergi naik ke suthuh ditemani langit sore Mesir yang terang.
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Ketujuh](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
![[Cerbung] Bukan Cinta Cleopatra – Bagian Ketujuh](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-60-825x510.png)
Ibu memandangiku sejenak dan bergumam lirih “Nak, engkau harus sekolah yang tinggi agar bisa meraih cita-citamu nanti”. Setelah itu ia beranjak keluar kamar dan menutup daun pintu tanpa suara.
![[Cerpen] Mandi Terakhir](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-9-1-825x510.png)
![[Cerpen] Mandi Terakhir](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-9-1-825x510.png)
Sangat disayangkan jika kekayaan intelektual sedemikian rupa hilang ditelan zaman hanya karena memaksakan setiap orang mengikuti satu pendapat yang ditetapkan.
![[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-5-825x510.png)
![[Resensi Buku] Memahami Polemik dan Dinamika Intelektualitas Ulama Nusantara](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-5-825x510.png)
Jika pada tahun 1990-an ada gelombang intelektualisme di kalangan kader muda NU, Bisri effendy merupakan kader terbaik NU dalam bidang kebudayaan yang sulit dicari padanannya.

