Kesetiaan, Komitmen, dan Kisah Anjing Kayangan
Ibarat anjing yang mengekspresikan kesetiaannya kepada sang majikan, begitulah seharusnya seorang hamba melakukan hubungan dengan Sang Pencipta.
Ibarat anjing yang mengekspresikan kesetiaannya kepada sang majikan, begitulah seharusnya seorang hamba melakukan hubungan dengan Sang Pencipta.


Ku tatap tubuhnya yang hanya bisa bergerak tapi tak bisa berkomunikasi. Dia hanya diam seribu bahasa ketika diajak bicara.


Para ulama terdahulu telah terbukti dengan ke-ajeg-an dan keistiqomahan mereka yang mampu menghasilkan banyak karya-karya fenomenal


Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika di pagi hari nabi tidak menemukan makanan, nabi kemudian melanjutkan dengan niat berpuasa. Ini artinya bahwa puasa sunnah tidak mengharuskan seseorang untuk menginapkan niat puasanya.
![Ngaji Sullam Al-Tawfiq [9]: Tentang Hukum Puasa, Dari Yang Wajib Hingga Batal Karena Bersenggama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/sulam-taufiq.jpg)
![Ngaji Sullam Al-Tawfiq [9]: Tentang Hukum Puasa, Dari Yang Wajib Hingga Batal Karena Bersenggama](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/sulam-taufiq.jpg)
Ini adalah tentang genealogi, kajian mengenai evolusi dan jaringan dari sekelompok orang sepanjang beberapa generasi.
![[Resensi Buku] Kaum Inteligensia Muslim dalam Satu Abad](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/FB_IMG_1594051033683-825x510.jpg)
![[Resensi Buku] Kaum Inteligensia Muslim dalam Satu Abad](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/FB_IMG_1594051033683-825x510.jpg)
Nur Khalik Ridwan, melalui karya monumentalnya ini, memberikan terobosan historis dalam melihat Wahhabi sebagai sebuah ideologi Islamisme, paham keagamaan, dan lainnya.
![[Resensi Buku] Memotret Wajah Wahhabi yang Sebenarnya](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/images-5.jpeg)
![[Resensi Buku] Memotret Wajah Wahhabi yang Sebenarnya](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/images-5.jpeg)
Hidayah ilahiyah bagaimanapun murni merupakan kehendak Sang Maha Pemberi Hidayah itu sendiri, Allah. Tidak ada jaminan bagi pencari hidayah Tuhan akan kepastian untuk menggapainya.


Kekuatan lain buku ini adalah kecermelangan penulisnya untuk mengupas persoalaan pendidikan multikultural beserta beragam problemnya dari berbagai tema serta sudut pandang berspektrum sangat luas.
![[Resensi Buku] Mengembangkan Pendidikan Multikultural untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-7-825x510.png)
![[Resensi Buku] Mengembangkan Pendidikan Multikultural untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-7-825x510.png)
Buku ini menghidangkan sejarah kehidupan, pemikiran, dan perjuangan seorang Hamka secara sempurna, utuh dan apa adanya.
![[Resensi Buku] Hamka Pun Belajar kepada Rasulullah](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/buya-hamka33-825x510.jpg)
![[Resensi Buku] Hamka Pun Belajar kepada Rasulullah](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/buya-hamka33-825x510.jpg)
Menyimak praktik ustaz Wahabi tentang Wudhu sesuai sunah lucu sekali. Maklum mereka tidak bermazhab, jadi ketika praktik Wudhu; Rasulullah saw, Ustman bin Affan, Imam Bukhari, Imam Syafii dan Imam Nawawi disebut semua.

