Muslimah Dipijat Pria, Bagaimana Hukumnya?
Pijat/urut seluruh tubuh karena lelah atau sekadar ingin fresh tidak boleh dilakukan oleh tukang pijat lain jenis, karena ini bukan pengobatan, sekalipun yang memijat dan yang dipijat berpakaian lengkap.
Pijat/urut seluruh tubuh karena lelah atau sekadar ingin fresh tidak boleh dilakukan oleh tukang pijat lain jenis, karena ini bukan pengobatan, sekalipun yang memijat dan yang dipijat berpakaian lengkap.


Harta adalah titipan dari Allah, sebagai wasilah bagi manusia untuk menggapai kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat.


Meskipun teori dependencia sebagai bentuk solusi sudah kehilangan relevansi, tetapi semangat romantis perlawanan dan kritik di dalamnya, menurut saya, penting dirawat, dikembangkan, dan diterjemahkan dalam konteks baru.


Guru Zuhdi dikenal sebagai Kiai Nyentrik dalam artian membela kebenaran dengan jalan damai. Selain mengaji dan berdakwah, ia juga sangat dekat dengan beberapa klub sepak bola di Kalimantan Selatan seperti Barito Putra.


Mengapa usia 10 tahun? Karena usia ini menjadi titik metamorfosa seorang anak mencapai derajat mukalaf, di mana menjalankan syariat Islam mulai saat itu baginya merupakan sebuah kewajiban.
![Ngaji Sullam Al-Tawfiq [7]: Siapa Saja Yang Wajib Mendisiplinkan Orang Untuk Salat?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/sulam-taufiq.jpg)
![Ngaji Sullam Al-Tawfiq [7]: Siapa Saja Yang Wajib Mendisiplinkan Orang Untuk Salat?](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/sulam-taufiq.jpg)
Di negara lain, tradisi mengenakan pakaian khusus untuk salat tidak ada. Karena itu, Muslimah salat dengan pakaian yang dikenakannya, yang diyakini sudah menutup aurat sesuai dengan keyakinannya.


Tato dalam Bahasa Arab disebut wasym. Penggunaan tato pada zaman dahulu dengan cara menusuk-nusuk anggota tubuh dengan jarum hingga berdarah kemudian mengisi lubang di kulit tersebut dengan tinta.


Di balik ujian sakit Kiai Asrori pada tahun 2007, beliau akhirnya fokus pada penataan PP Assalafi Al Fithrah dan mengembangkan ragam pembahasan dalam kitab al-Muntakhabāt sehingga berkembang menjadi lima jilid.
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 3-habis]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 3-habis]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
Karya monumental Kiai Asrori ini mencerminkan kematangan keilmuan dan pemikiran penulisnya, hingga para ulama, baik lokal maupun internasional ikut memberkati, memberi pengantar dan mengapresiasinya.
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
Metode penulisan Kiai Asrori dalam karya ini adalah intertekstual dan intratekstual, yaitu mengomunikasikan antar-ayat al-Qur’ān, hadis-hadis dan pendapat ulama, baik dari ulama tafsir, ulama hadis, dan ulama tasawuf.
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)
![Al-Muntakhabāt: Mahakarya KH. Achmad Asrori al-Ishaqi [Bag 1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/Al-Muntakhobat-Arab-Terjemah-e1591243831874-1024x576.jpg)