Benarkah Agama Mengajarkan Kekerasan?
Istilah jihad sering digunakan untuk membungkus suatu tindakan kekerasan, sehingga tampak bernuansa agama.
Istilah jihad sering digunakan untuk membungkus suatu tindakan kekerasan, sehingga tampak bernuansa agama.


Golongan ‘perkempol’ bisa kita jumpai kapan saja dan dimana saja. Contoh paling kecil seperti kemunculan pendakwah-pendakwah yang belum cukup mumpuni dalam bidang ilmu agama namun selalu merasa 'sok tahu'


benarkah konsep Tuhan yang kita yakini, sebagai masyarakat beragama, hanyalah imajinasi? Apakah Tuhan yang kita sembah adalah hasil dari imajinasi akal kita? Jika begitu, apakah menyembah Tuhan sama halnya dengan menyembah imajinasi kita sendiri?


Kaum sarungan ini (NU), mulai dari elitnya (sejak era Gus Dur) sampai ke Nahdhiyyin di desa-desa punya jasa besar dalam merajut hubungan harmonis antar pemeluk agama dan keyakinan yang majemuk


Kalau isme-isme yang lain, misalnya Komunisme diartikan oleh KBBI sebagai “Paham atau ideologi" tetapi mengapa Pluralisme hanya diartikan “keadaan masyarakat”?


Sebenarnya, hubungan agama dan sains tidak sepatutnya hanya beraroma konflik, ada beberapa model komunikasi yang lebih konstruktif dan kita sebagai orang beriman punya modal untuk melangkah lebih jauh


Sains hanya menggantikan posisi agama sebagai sistem di masyarakat sebagaimana “agama civil” menggantikan ritual gereja di acara-acara kenegaraan di USA, tetapi ia tidak bisa menggantikan agama “formal” sebagai “ziet giest”.


Buku ini bukan sekedar “petuah saintis sepuh” yang diberikan kepada para generasi penerus, tetapi juga sebuah esai sastra yang memikat.


Agama, sebagaimana sains, juga memiliki kelemahan, at least dalam implementasi praksisnya. Kesadaran ini penting agar kita tidak mudah menuhankan satu kebenaran dan men-setan-kan kebenaran yang lain.


Jika tata kehidupan manusia itu sendiri tidak rasional, sementara sains tidak ada gunanya kecuali untuk kemaslahatan hidup manusia, jangan-jangan nilai paling fundamental dari semua ini sebenarnya juga tidak rasional, tidak ilmiah.

