Memahami Jihad dan Perintahnya dalam Al-Qur’an
Jihad memang bagian dari ajaran Islam, akan tetapi harus dipahami dengan benar supaya tidak terjebak pada tindakan teroris.
Jihad memang bagian dari ajaran Islam, akan tetapi harus dipahami dengan benar supaya tidak terjebak pada tindakan teroris.

Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya.

Jihadnya seorang perempuan milenial adalah patuh terhadap suami, mendidik dan merawat anak, menyaring dan menggunakan teknologi secukupnya.

Aksi teror dilakukan untuk melukai orang-orang yang seharusnya terpelihara, sedangkan jihad dilakukan untuk melindungi orang-orang terpelihara tersebut.

Waktu kehidupan Nabi yang digunakan untuk berperang hanya 1%, sisanya digunakan untuk dua misi yaitu menebarkan rahmat (cinta) dan menegakkan akhlak yang agung.

Agama tidak hanya memberikan nilai-nilai moralitas, tapi juga menjadikannya sebagai fondasi keyakinan. Agama mensyaratkan moralitas dan adab sebagai bagian dari iman keseluruhan.

Jika kaum muslimin tidak bisa menghadirkan Islam dengan wajah Tuhan yang manusiawi, maka Islam akan tinggal kenangan.

Pernikahan menjadi cara yang paling menjanjikan untuk merekrut para teroris perempuan

Sebagai waliyul amri, penanggung jawab urusan negara tertinggi, keputusan perang (jihad) ada di tangan presiden. Jika ada pemimpin ormas yang menyerukan jihad, maka secara tidak langsung, dalam sudut pandang fiqih, seruan tersebut tidak sah.

Menurut Gus Baha', seruan perang zaman sekarang tidak sama dengan pada zaman Nabi. Perang di era Nabi tak memerlukan klarifikasi mana yang benar dan salah. Rumusnya jelas, kubu Nabi benar, kubu lawan salah. Kalau saat ini, jelas susah membedakannya.
