Tasawuf Sebagai Solusi Kesehatan Mental di Era Modern
Tasawuf menawarkan solusi kesehatan mental di era modern melalui tazkiyatun nafs, syukur, sabar, dan tawakkal untuk mengatasi krisis spiritual manusia.
Tasawuf menawarkan solusi kesehatan mental di era modern melalui tazkiyatun nafs, syukur, sabar, dan tawakkal untuk mengatasi krisis spiritual manusia.


Ada pagi yang terasa begitu berat dan malam dengan pikiran yang terus berputar yang terus mengulang kekhawatiran. Ada senyum lebar yang dipajang di layar ponsel, kontras dengan riyuhnya isi kepala. Terkesan berlebihan, tetapi menjadi realitas yang dialami oleh generasi yang menurut William Straus dan Neil Howe lahir pada tahun 1997-2012 atau sering kita kenal sebagai […]


Fenomena FOMO di era media sosial kerap membuat seseorang gelisah dan sulit merasa cukup. Artikel ini membahas FOMO dalam perspektif Islam serta pentingnya qana’ah agar hidup lebih tenang dan tidak terjebak perbandingan sosial


Kesehatan mental Gen Z sering kali berakar dari kondisi rumah. Mengapa keluarga menjadi faktor utama? Simak ulasan mendalam tentang luka batin, dampak broken home, dan peran orang tua dalam Islam di sini


LKKNU Magelang menggelar pelatihan penguatan kapasitas kesehatan mental bagi perempuan dan anak bersama Fatayat NU serta IPNU–IPPNU, membahas isu perceraian, perundungan, dan ketahanan keluarga, serta membekali kader dengan keterampilan pendampingan dan dukungan psikososial.


Gen Z bisa menemukan ketenangan jiwa bukan pada standar media sosial, melainkan pada dzikir, doa, dan keyakinan pada qada’ qadar


Pada era digital ini, media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan informasi dan hiburan saja, tetapi juga menjadi tempat terbentuknya standar hidup sosial. Standar tersebut mencakup berbagai aspek seperti kecantikan, gaya hidup, karier, hingga hubungan dengan pasangan. Hal tersebut mula-mula dianggap wajar, namun seiring berjalannya waktu, hal ini sering kali tidak realistis dan justru […]


Stoicism mengedepankan konsep meditations sebagaimana dikatakan oleh Marcus Aurelius, “Pikiran yang tidak diganggu oleh emosi berkecamuk adalah sebuah benteng, tempat berlindung terkokoh bagi manusia untuk berteduh dan berlindung


Jika dengan beribadah dapat mengantarkan seseorang kepada Tuhan dan menjadikan jiwanya tenteram, maka tentunya penerapian gejala dan gangguan kesehatan mental sedikit tidaknya bisa disembuhkan dengan praktik dan ritual agama.


Praktik religius seperti salat dan menghafal Al-Qur’an dapat meningkatkan ketahanan mental, menjauhkan dari stres dan gangguan mental.

