Alif dan Mim (5): Tangis Bahagia, Tangis Duka Datang Bersama
“Saat hujan deras, irigasi di sawah harus dibereskan. Kalau sawah terendam, SPP sekolahmu, bapak bayarnya gimana, mau pakai apa?”
“Saat hujan deras, irigasi di sawah harus dibereskan. Kalau sawah terendam, SPP sekolahmu, bapak bayarnya gimana, mau pakai apa?”


Selamat pagi, burung-burung melalui cericitmu, aku terima salam dari ranting nan rimbun sebelum batang-batang pohon ditebang untuk dibikin tisu demi mengelap air mataku yang menetes karenamu Selamat pagi, air mengalir gemericikmu adalah kabar baik bahwa batu-batu kapur masih menggunduk di balik gunung sebelum orang-orang membongkarnya untuk tambang demi pembangunan, demi kemajuan, tapi tidak demi engkau […]


"Keutamaan berjemaah (termasuk Jumatan) tetap akan didapat jika orang tersebut berniat akan melakukannya andaikan tidak ada uzur" (I'ānat al-Tālibīn, 2/61)
![Benarkah Masjid Tempat Selamat dari Penularan Covid-19? [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/صلاة-التراويح-799x449-1.jpg)
![Benarkah Masjid Tempat Selamat dari Penularan Covid-19? [Bagian 2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/صلاة-التراويح-799x449-1.jpg)
Kata ‘ada mempunyai beberapa makna di antaranya sebagai ekspresi keadaan yang berseberangan dengan hati, misalnya, permusuhan di mana dapat menjauhkan serta menutup hati dan pikiran dalam bertindak.


Saat azan Maghrib berkumandang, anehnya, hanya kami yang mendekati hidangan buka puasa. Tuan rumah beserta orang-orang lain masih duduk di kursi, seolah tidak menghiraukan waktu magrib.


Sumbangan kedua pemikir Muslim tersebut sangat berpengaruh terhadap kemajuan ilmu kedokteran di dunia. Namun, pasca renaissance, orang-orang Eropa terbukti lebih mampu mengembangkan temuan dan teori ar-Razi dan Ibnu Sina dibandingkan orang-orang Muslim


Corona itu--tamu nyata dunia--hadirnya tak terihat mata namun nyata adanya--bagai hantu kegelapan, diterik panas cahaya--menyisir waktu disekat-sekat keramaian
![[Puisi] Memperingati Hari Puisi Nasional di Tengah Pandemi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/corona-virus-678x381-1.jpg)
![[Puisi] Memperingati Hari Puisi Nasional di Tengah Pandemi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/corona-virus-678x381-1.jpg)
Melalui kitab ini, umat Islam yang mengaku cinta pada Nabi diajak untuk mengenal kemudian mencintai Khadijah. Karena mencintai Khadijah adalah wasilah bagi kita untuk mendapatkan cinta Rasulullah saw.


Andai mereka mencintai agama dan negeri ini serta mau meneladani Rasulullah dalam menghadapi pandemi, sikap penolakan terhadap upaya pencegahan wabah tak akan terjadi


Catatan Ramadan dua belas jalan menyusur wilayah satu untuk istirah diam mengutuk kemarin kerna pahatan berhala selalu bercak hari-hari diam memeta langkah esok takingin jadi ulat merambat menggugur daun menyisah ranting kering dengan haus dan lapar bergeming senyap mezikir merupa kupukupu nerbangi sebelas hentian sampai: diam nisan –Sukodadi , 29 4 2020– Anak 1 […]
![[Puisi] Catatan Ramadan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/images-36.jpeg)
![[Puisi] Catatan Ramadan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/images-36.jpeg)