



















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.



Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia haruslah memuliakan tetangganya”, (HR. Bukhari dan Muslim)


"Wahdatul wujud" dan "Mysterium Tremendum et Fascinans" menggambarkan hubungan manusia dengan Realitas Ilahi yang melampaui rasio, menghadirkan perasaan takut sekaligus kagum, serta kerinduan akan kesatuan dengan Yang Transenden. Meskipun berakar dari tradisi yang berbeda, keduanya memperlihatkan irisan mendalam dalam menggambarkan misteri Ketuhanan yang tak terjangkau namun mempesona.


Ibadah, dalam arti terdalamnya, tidak terbatas pada ritual, tetapi meluas ke semua tindakan yang berakar pada mengingat, hadir, dan keselarasan dengan kehendak ilahi.


Refleksi Hari Batik mengingatkan pentingnya memberdayakan perempuan pengrajin batik tulis. Pemberdayaan ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat kesetaraan gender di tengah perkembangan industri batik modern


Dialog antaragama menjadi jembatan menghapus prasangka dan kesalahpahaman. Gus Dur dan Daisaku Ikeda memberi teladan bahwa perbedaan keyakinan justru dapat melahirkan toleransi, harmoni, serta semangat perdamaian yang relevan dengan kondisi dunia saat ini


Menurut Quraish Shihab, salat khusyuk yang penting usaha tulus menghadirkan hati.


Dialog Gus Dur dan Daisaku Ikeda menegaskan bahwa perdamaian dan toleransi bukanlah cita-cita jauh, melainkan sikap hidup sehari-hari yang bisa diwujudkan oleh setiap manusia


Zawaj, mitsaqan ghalidzan, mu'asyarah bil ma'ruf, musyawarah, dan taradhin adalah pilar menuju keluarga sakinah.


Salat bukan hanya rutinitas gerakan, tetapi dialog mendalam yang melibatkan hati, pikiran, dan tubuh. Banyak orang yang salat, namun sedikit yang benar-benar ‘yuqimus shalah’—menjalankannya dengan sempurna.


Di dunia yang terobsesi dengan hal-hal luar biasa, ajaran Islam ini menawarkan wawasan yang membebaskan: kesakralan tidak tersembunyi dalam hal-hal luar biasa, tetapi terjalin dalam untaian rutinitas kehidupan sehari-hari yang biasa saja.

