






















Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.




Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Merasa penat dengan urusan dunia? Temukan rahasia ketenangan hati dan keseimbangan rezeki dalam naskah khutbah Jumat ini. Simak selengkapnya


Sering merasa insecure? Pahami kembali alasan Allah memilih manusia sebagai makhluk paling sempurna dan khalifah di bumi. Temukan rahasia kemuliaan kita melalui akal dan iman dalam ulasan tafsir ini


Islam dan pascakolonialisme mengungkapkan ketegangan kompleks di mana agama menjadi bahasa perlawanan sekaligus alat yang dapat mereproduksi kekuasaan.


Harta melimpah tak berarti jika raga sakit dan jiwa tanpa ilmu. Lalu, apa kenikmatan yang sesungguhnya di mata Allah? Temukan rahasianya dalam ulasan Khutbah Jumat ini.


Sering dianggap tidak adil, benarkah Islam justru lebih memuliakan perempuan? Temukan jawabannya tentang warisan 2:1 dan konsep keadilan Islam.


Seseorang mungkin masih mengidentifikasi diri sebagai religius, masih berpartisipasi dalam ritual, tetapi mengalami jarak yang semakin besar antara praktik dan kesadaran.


Bagaimana menjaga kesucian jiwa pasca-Lebaran? Temukan rahasia spiritualitas Idul Fitri dalam perspektif Kitab Mamba’ Ushul Hikmah


Idulfitri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal dari fase yang berbeda, menandai momen ketika pelajaran Ramadan diuji dalam kehidupan sehari-hari.


Melepaskan dalam Islam berarti belajar untuk bergerak maju tanpa kehilangan makna. Ini tentang menerima perubahan tanpa meninggalkan niat.


أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، لَاإِلَهَ اِلَّا اللهَ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ […]


Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 2026/1447 H ini, menyempurnakan ibadah puasa selama bulan Ramadan dengan menunaikan zakat fitrah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap Muslim. Zakat fitrah merupakan bentuk pembersihan diri sekaligus kepedulian sosial. Inti dari ibadah ini adalah niat yang tulus, yang dapat dilafalkan sesuai dengan untuk siapa zakat tersebut ditunaikan. Adapun tata cara […]

