









Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

GUSDURian berduka atas tewasnya pengemudi ojol saat demo Jakarta. Alissa Wahid ingatkan warisan Gus Dur: rakyat adalah tuan, bukan hamba negara.

Kita harus melatih diri untuk terus berempati kepada sesama meski dengan tindakan kecil.

Mahasiswa kini terjebak dalam budaya “ijazahisme”, mengejar gelar tanpa memahami makna Tri Dharma.

Multiverse Marvel, dalam banyak hal, menurut saya merupakan metafora untuk kekacauan kontemporer: pilihan tak terbatas, distraksi tak terbatas, tanpa pusat utama.

Siti Walidah, tokoh perempuan pelopor 'Aisyiyah, berjuang memberdayakan perempuan lewat pendidikan dan agama.

TUNAS GUSDURian 2025 menghadirkan ruang belajar inklusif, dari pencegahan kekerasan seksual di pesantren hingga digital security training, demi menguatkan nilai-nilai Gus Dur dalam membangun bangsa yang adil dan beradab

Mengetahui sejarah kemerdekaan adalah bagian penting untuk meningkatkan kecintaan terhadap negara.

Konferensi Pemikiran Gus Dur menjadi ruang menghidupkan kembali gagasan Gus Dur tentang agama, demokrasi, dan keadilan ekologi, agar tetap relevan menjawab tantangan Indonesia hari ini

Kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa ini berani menatap masa depan dengan percaya diri, dengan otak yang tercerahkan, hati yang bersih, dan karya yang nyata.

Jika seseorang mendapati dirinya “menjadi religius” tetapi merasa lebih kaku, marah, atau merasa benar sendiri, ia mestinya bertanya pada dirinya sendiri: apa yang sebenarnya ingin dihindari?
