










Merasa penat dengan urusan dunia? Temukan rahasia ketenangan hati dan keseimbangan rezeki dalam naskah khutbah Jumat ini. Simak selengkapnya



Naskah Khutbah Jum’at ini membahas bahaya dan mengajak kita untuk menjauhi khamr (minuman keras) bagi masa depan keluarga dan masyarakat. Dilengkapi dengan kisah hikmah dan dalil shahih, materi ini menjelaskan mengapa khamar disebut sebagai kunci segala pintu kejahatan yang harus dijauhi setiap Muslim. Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا […]


Harta melimpah tak berarti jika raga sakit dan jiwa tanpa ilmu. Lalu, apa kenikmatan yang sesungguhnya di mata Allah? Temukan rahasianya dalam ulasan Khutbah Jumat ini.


أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، لَاإِلَهَ اِلَّا اللهَ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ […]


Di bulan Ramadan, pintu surga dibuka dan ampunan dilimpahkan. Mari maksimalkan ibadah dan tingkatkan ketakwaan melalui khutbah Jumat ini.


Semakin intens kita melakukan shalat, maka semakin intens pula komunikasi kita dengan sang pencipta.


Bagi perempuan muslimah, agensi bukanlah tentang menolak norma-norma tetapi tentang menyelaraskan keinginan mereka dengan prinsip-prinsip ilahi.


Saba Mahmood menantang gagasan sekuler bahwa kebebasan didefinisikan oleh ketiadaan kendala, sebaliknya menyatakan bahwa kebebasan dapat dialami dan diekspresikan melalui penerapan disiplin agama secara sengaja.


Gen Z terus melakukan kampanye moderat sebagai langkah dalam melakukan perlawanan kepada kelompok-kelompok radikal.


Penerimaan terhadap kelompok rentan tidak hanya terwujud dalam teori atau ucapan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.


Harmoni bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan bagi keberlangsungan bangsa ini.


Gerakan literasi KP Gili Iyang hadir sebagai ikhtiar membuka akses pengetahuan, meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, dan mengenal budaya lokal .


Di sebagian besar masyarakat, agama tertanam dalam praktik budaya, dan ekspresi budaya sering kali tidak dapat dipisahkan dari makna keagamaan.


Untuk menggalakkan masjid yang ramah disabilitas, peran ulama sangat dibutuhkan.


Kekuatan transformatif dari kebiasaan ini tidak terbatas pada moralitas, sebab kebiasaan mencakup ke setiap ranah keberadaan manusia.

