






Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Tatkala kita sedang disibukkan dengan gegap gempita pemilu, ada satu berita gembira bagi Indonesia, yakni penerimaan Zayed Award for Human Fraternity yang diberikan kepada dua ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah.

Butuh waktu tujuh puluh tahun bagi subyeknya untuk mendapatkan kembali pengakuan atas keimanannya di dalam tata nama penanggalan.

indahnya kiblat ke Kakbah mempunyai nilai filosofi tersendiri, bahwa posisi Kakbah berada di tengah-tengah, dan posisi ini menjadikan manusia tidak memihak ke kiri dan ke kanan.

Betapapun kalangan Penghayat bisa dikategorikan sebagai kelompok nasionalis, namun faktanya mereka tidak homogen atau memiliki preferensi politik tunggal. Kelompok ini sama dinamisnya dan progresifnya dengan kelompok-kelompok pemilih lain dari kategori agama/keyakinan berbeda.

Dengan mengembangkan pendekatan teknologi yang berorientasi pada manusia, kita dapat menciptakan masa depan di mana teknologi berfungsi sebagai katalisator bagi kemajuan umat manusia, bukan malah sebagai ancaman bagi kelangsungan hidup manusia.

Walaupun Google menyediakan segala macam informasi yang kita butuhkan, di sisi lain penggunaan yang terlalu sering mempunyai dampak negatif, di antaranya adalah memunculkan kesalahpahaman dalam memahami sesuatu, apalagi terkait dengan ilmu agama.

Dalam pengalaman semua negara demokrasi, melemahnya civil society adalah alarm bahaya yang sangat serius.

Di tengah gempuran berbagai manuver kampanye intelektual, intelektualisme masyarakat justru tumbuh menjadi kekuatan baru yang otonom dari akademisi dan aktifis yang selama ini menikmati klaim sebagai kalangan intelektual.

NU merupakan garda terdepan dalam menjaga peradaban yang telah diwariskan oleh para leluhur terdahulu

Dalam perjalanan Isra Mikraj, Nabi banyak mengalami pengalaman batin yang sangat luar biasa.
