















Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]


Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.


Khutbah Jumat tentang pentingnya selektif memilih idola dan guru berdasarkan ilmu, akhlak, dan istiqamah di era media sosial.


Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menyembelih ego, gengsi, dan keinginan dipuji manusia. Melalui refleksi Surah Al-Kautsar, khutbah ini mengajak umat Islam memahami makna kurban yang benar-benar lillahi ta’ala.


Di tengah himpitan ekonomi dan berbagai realitas sosial yang terasa semakin berat, umat Islam tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Khutbah Jumat ini mengajak kaum muslimin agar tetap teguh menolak kezaliman, serta menjaga iman meskipun berada dalam kondisi yang sulit.


Dalam interaksi kita di media sosial, sering kali kita luput untuk memahami bahwa lawan dialog kita bukanlah nama pengguna disertai foto profil belaka.


Sudah selayaknya sebagai intelektual muda harus mempelajari pemikiran apa pun. Namun, yang terpenting tetap berlandaskan nilai-nilai falsafah bangsa yang dijunjung tinggi.


Pendaftaran paling lambat hingga besok, Selasa, 23 Januari 2024.


Secara spesifik tembang 'Gundul-Gundul Pacul' mempunyai pesan yang ingin disampaikan kepada para pemimpin dan calon pemimpin.


Perlu kiranya untuk memahami keberagaman agama dalam perspektif ke-Indonesia-an, menyelaraskan agama dan kebudayaan Indonesia.


Sudah saatnya para sosiolog di Indonesia untuk mempelajari sejarah sosial sebagai teropong analisis dinamika sosial


Dengan menapaki kehidupan menggunakan kaki kekar kesabaran, kita menginfuskan kekuatan untuk bertahan dan terus berjalan.


Pentingnya refleksi terhadap hakikat manusia yang beragam mendorong kita untuk menghargai ajaran agama sebagai manifestasi dari kemanusiaan, yang mencakup nilai toleransi.


Memaknai agama secara humanistis adalah mengonstruksikan agama dengan kemanusiaan dan rasa toleransi yang penuh penghayatan.


Basis ajaran ahimsa bertolak dari pemikiran bahwa tindakan kekerasan sampai kapan pun bersifat destruktif dan akan menghasilkan siklus penindasan tiada ujung.

